Sabtu, 15 Oktober 2016

Kala Pembela Agama Lebih Bahaya daripada Penghinanya

 
ضَرَرُ الشَّرْعِ مِمَّنْ يَنْصُرُهُ لَا بِطَرِيْقِهِ أَكْـــثَرُ مِنْ ضَـرَرِهِ مِمَّنْ يَطْعَنُ فِيْـهِ

“Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]

Islam menekankan argumentasi nalar ketika para pemeluknya menjelaskan kebenaran agamanya. Karena itulah cara yang paling sehat dan benar. Kritik terhadap agama baik secara lisan ataupun tulisan ilmiah, misalnya, menurut Imam Al-Ghazali itu memiliki mudarat lebih kecil ketimbang orang-orang yang mengaku membela agama namun perilakunya di luar jalur agama. Al-Ghazali sendiri mengatakan hal tersebut dalamTahafutul Falasifah, kitab yang berusaha membeberkan jawaban rasional (hujjah aqliyyah) atas sejumlah kerancuan pemikiran para filsuf Muslim kala itu.

Ia menyelaraskan kutipan tersebut dengan sebuah ungkapan ‘aduwwun âqilun khairun min shadîqin jâhilin, yang berarti musuh yang cerdik lebih baik ketimbang kawan yang bodoh. Dengan bahasa lain, penghina yang cerdas dan elegan lebih baik ketimbang pembela yang dungu dan emosional. Al-Ghazali menyebut yang terakhir ini lebih berbahaya ketimbang yang pertama karena menyangkut tak hanya citra agama tapi juga masa depan internal agama itu sendiri. Sang hujjatul islam ini seolah hendak mengatakan, bila engkau hendak menjadi pembela agama, lakukanlah sesuai jalur agamamu yang menjunjung tinggi akal sehat dan membawa rahmat untuk semua! Wallâhu a‘lam.

Sumber : www.nu.or.id

Meneruskan Estafet Kepemimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran


Wonokerto - Pelajar Kota Santri

Pelantikan pengurus IPNU IPPNU ranting Pecakaran Kecamatan Wonokerto – Pekalongan berlangsung khidmat. . Acara yang dipimpin Ketua Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan, Murtadho dan Wasilatul Fadlilah berlangsung di TPQ Bustanu Nasikhin Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, Jum’at (14/10) Pukul 14.30.
Terbentuknya pengurus baru diharapkan dapat meneruskan estafet kepemimpinan yang sudah ada sebelumnya. Pelantikan pengurus IPNU IPPNU ranting Pecakaran periode VII masa khidmat 2016 – 2017 mengambil tema “Ingin Meneruskan Estafet Perjuangan Organisasi IPNU IPPNU” . Pengakderan IPNU IPPNU merupakan pengkaderan yang paling bawah ditingkat Nahdlatul Ulama’ yang diharapkan suatu saat nanti menjadi penerus generasi Nahdlatul Ulama’ baik ditingkat anak cabang, cabang, wilayah ataupun pusat. Demikian disampaikan Wasilatul Fadlilah dalam sambutannya.
Meski di sekitar lokasi masih terkena rob, tidak menyurutkan semangat para pejuang IPNU IPPNU Ranting Pecakaran. Hal ini bisa dilihat peserta yang hadir. Tidak kurang dari 50 orang terdiri atas Pimpinan Ranting NU desa Pecakaran dan sebanomnya (badan otonom -red.), Pimpinan Cabang kabupaten Pekalongan, Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Wonokerto, dan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU ranting Pecakaran.
Terpilihnya Fitrotul Ulla dan Sigit Wijaksono sebagai ketua baru menggantikan Ginanjar dan Faitul Lillah diharapkan mampu melaksanakan kinerjanya secara baik dan lebih unggul dari periode sebelumnya, seperti yang dikatakan oleh ketua demisioner, “Saya berharap kepengurusan yang baru dapat lebih unggul kinerjanya dari periode sebelumnya serta dapat selalu eksis mengemban amanah organisasi dan membawa nama baik organisasi di lingkungan masyarakat khusunya Wonokerto sendiri.” Tutur Ginanjar.
Pimpinan Ranting NU Pecakaran, Rodly menyatakan bahwa “NU harus tetap eksis, harus tetap semangat, apalagi menjelang 100 tahun berdirinya NU, NU harus tetap berkobar, dan sebagai warga NU sudah saatnya menunjukkan identitas NU di mata dunia.” Demikian disampaikan dalam sambutannya.
Saya sangat mengapresiasi semangat rekanita yang sudah mematuhi aturan yaitu melaksanakan Rapat Anggota (RA) tepat waktu. Kemudian hari ini diresmikan dengan pelantikan pengurus baru periode 2016-2018 sekaligus Rapat Kerja pertama. Semoga senantiasa diberi kelancaran. Salam BerJuTa (Belajar, Berjuang, Bertaqwa). Demikian disampaikan Ketua (Cabang IPNU IPPNU Kab. Pekalongan, Wasilatul Fadhilah ditempat terpisah.

Sumber : wartadesa.net

Selasa, 11 Oktober 2016

PC IPNU IPPNU Kab.Pekalongan Jalani Fact Finding OKP Berprestasi


Kedungwuni, 11 Oktober 2016
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan jalani proses Fact Finding penilaian OKP berprestasi tingkat kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Dengan bertempat di kantor sekretariat PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan jalan raya Karangdowo no.9, nampak hadir jajaran PH dan Koordinator pada kedua organisasi tersebut. Acara penjurian berlangsung kurang lebih selama 2 jam dimulai pada pukul 10.00-12.00 WIB. 

Hadir sebagai tim penilai dari DINPORA Kab.Pekalongan yaitu Bpk.Saiful Bahri, Ibu Rahmawati, Bpk.Helmi dan Ibu Ning. Keempat juri ini saling berbagi tugas guna menilai seluruh aspek kelengkapan organisasi, mulai dari pengadministrasian surat menyurat, kebendaharaan, kelengkapan rumah tangga organisasi dan berbagai aspek lainnya. Guna validitas penilaian tim juri juga melakukan wawancara dengan para pengurus sesuai bidangnya masing-masing.

Rekanita Washilatul Fadhilah mengatakan bahwa acara fact finding ini telah ditunggu-tunggu sejak beberapa hari yang lalu oleh jajaran kepengurusannya dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan. Dirinya juga optimis bahwa PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan mampu meraih hasil yang maksimal serta mewakili Kabupaten Pekalongan dalam lomba OKP berprestasi ditingkat provinsi bahkan nasional. Salam Belajar, Berjuang, Bertaqwa.
(Ab)

Tiga Ranting Awali Babak Baru di Malam Asyuro


Kedungwuni, 10 Oktober 2016
Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan Senin malam (10/10/2016) melaksanakan pelantikan tiga ranting di dua PAC yang berbeda. Satu ranting diwilayah PAC Kedungwuni yaitu ranting IPNU IPPNU Desa Tangkil Tengah, dan dua ranting diwilayah PAC Tirto yaitu ranting IPNU IPPNU Desa Ngaliyan dan Desa Samborejo. Tiga pimpinan ranting ini akan berkhidmat selama satu periode kedepan yaitu masa khidmat 2016-2018. Bertempat di masjid dan mushola setempat acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh tokoh NU dan masyarakat sekitar. 

Adapun rekan Pimpinan Cabang yang bertugas adalah diantaranya, rekan Murtadho bertugas di PR IPNU IPPNU Tangkil Tengah, rekan Syukur Yaqub dan Zidni Ilman di PR IPNU IPPNU Ngaliyan, rekan MS.Mubin dan Wafik Fahmi di PR IPNU IPPNU Samborejo. 

Pimpinan Cabang berharap dengan dilantiknya tiga kepengurusan pimpinan ranting baru ini dapat menjadi warna baru dalam mengembangkan potensi pelajar di desanya masing-masing. Selain itu pengkaderan yang menjadi tugas pokok dari IPNU IPPNU juga jangan sampai terlewatkan. Sukses, Selamat dan Semoga Amanah.
(Ab)

Senin, 10 Oktober 2016

PC IPNU IPPNU Kab.Pekalongan Sosialisasikan LATPEL I

Kedungwuni, 9 Oktober 2016
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi persiapan  pelaksanaan kegiatan Latihan Pelatih (LATPEL) Tahun 2016. Acara ini berlangsung pada hari Ahad 9 Oktober 2016 bertempat di Aula Lama Gedung PCNU Kab.Pekalongan pukul 14.00 WIB. Dengan menghadirkan 19 PAC IPNU IPPNU Se-Kabupaten Pekalongan acara ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam suksesnya penyelenggaraan LATPEL I PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan. 
Dalam paparannya rekan Murtadho menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan LATPEL ini bertujuan untuk menyiapkan kader agar siap pakai menghadapi moment pengkaderan di akhir tahun 2016 ini. Dirinya berharap setelah penyelenggaraan LATPEL ini akan muncul bibit-bibit tim fasilitator baru guna proses regenerasi tim fasilitator yang saat ini telah ada. 
Rekan Adi Mufadi selaku koordinator bidang pengkaderan menambahkan bahwa kegiatan LATPEL I ini rencanya akan dilaksanakan pada bulan November. Dirinya menyampaikan bahwa IPNU IPPNU sebagai sebuah organisasi pengkaderan wajib hukumnya memiliki sebuah tim fasilitator yang benar-benar berkompeten, tanpa hal ini agaknya mustahil pengkaderan kita akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan kader yang berkualitas.
(Ab )

Minggu, 09 Oktober 2016

Jumlah Kader Yang Telah Mengisi Form Anggota PC IPNU Kab.Pekalongan

Berikut ini adalah data potensi kader yang telah mengisi angket formulir data anggota Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Pekalongan

Strategi IPNU Tekan Ekstremisme di Kalangan Pelajar


Jakarta, NU Online
‎
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengikuti konsolidasi dalam upaya menekan balik ekstremisme di The Akmani Hotel. Peserta terdiri dari aktivis perempuan, aktivis muda dan kampus, IPNU, media, duta besar, perwakilan jaringan kerja AMAN Indonesia, serta lainnya.

"Indonesia masih darurat ancaman dan kekerasan dari kelompok ekstremis, IPNU akan siap membentengi dengan pemahaman Islam Nusantara, "‎ ucap Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid di Jakarta Kamis (29/9).

‎IPNU, kata pria yang akrab disapa Asmoez, ini akan menerapkan  strategi yang tidak langsung, dengan lebih menekankan pada aspek pendidikan dan pendampingan secara berkelanjutan.

"IPNU akan membangun gerakan untuk mengikis akar radikalisme, ekstremisme, dan terrorisme di Indonesia. IPNU akan melakukan penguatan secara pendidikan, terutama meminta pertanggungjawaban pemerintah dengan buku yang berbau ekstrimisme," katanya.

Ia menambahkan, akan melakukan penerapan pendekatan kontraideologi yang menjadi bagian dari Countering Violent Extremism (CVE), sebagai spirit melawan ideologi kekerasan dari kelompok ekstremis. Pendekatan CVE dalam jangka waktu panjang tidak hanya bertumpu pada pemerintah politik, melainkan bisa memaksimalkan peran serta kekuatan civil society.

"Semua unsur masyarakat harus mampu menahan paham extremisme sehingga Indonesia dalam keadaan aman," tuturnya.

Menurutnya,  target kelompok ekstremis pada anak muda usia sekolah ditambah dengan menggunakan media pendidikan. IPNU akan ‎ fokus pada pendidikan serta perlindungan anak untuk tidak menjadi radikal bahkan teroris.

"Pada usia muda atau sekolah harus dibentengi dengan kuat sehingga paham tersebut dapat dicegah secara dini," katanya.

‎Asmoez mengatakan, PP IPNU akan langsung menerapkan strategi tersebut, sehingga semua kader dapat membentengi dirinya dengan segera. PP IPNU akan melakukan komunikasi dengan pemerintah, terutama membentuk pelatihan dalam rangka mencegah paham tersebut.

"Kita akan komunikasi dengan pemerintah terkait, terutama dalam membuat pelatihan yang serupa," tegasnya. 

sumber : www.nu.or.id

Terpilih Ketua IPNU, Faisal Siap Bawa PAC Petungkriyono Lebih Baik

  Petungkriyono    - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecam...