Minggu, 30 April 2017

Pra LAKUT IPNU IPPNU Zona Pekalongan I


Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Pra Lakut tahun 2017 yang bekerja sama dengan PW IPNU IPPNU Jawa Tengah. Acara yang di laksanakan dari hari Sabtu-Minggu tanggal 29-30 Maret 2017 bertempat Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 yaitu registrasi peserta berjumlah 34.

Dalam acara pra LAKUT ini menghadirkan Bapak Muh. Hadi Dinina sebagai mentor untuk memotivasi para peserta. Kemudian dilanjutkan Screning peserta yang di lakukan oleh TIM Kaderisasi PW IPNU IPPNU Jawa Tengah dan Alumni. “Harapannya para peserta mempunyai wawasan yang lebih dan dapat ilmu yang bermanfaat juga bisa lanjutkan ke LAKUT” menurut Firmansyah Wakil Ketua bidang Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Pekalongan.


Rekan Murtadho sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan menyampaikan “Mempersiapkan diri menjadi kader utama adalah mempersiapkan diri untuk menjadi kader yang siap berproses dimanapun dan kapanpun. Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap ketika kita menjadi kader utama maka kita akan mendapat tanggungjawab tidak hanya anggota atau kader biasa, tetapi kader yang harus bisa menggerakan organisasi, yakni mampu menjadi inisiator dan daya dobrak organisasi”. Rekan ketua juga menambahkan “ Pra LAKUT ini adalah salah satu rangkaian yang harus rekan rekanita ikuti sebagai proses menuju kader utama nanti”.

aji lukmana

Sabtu, 29 April 2017

TRAINING OF TRAINER 1 PAC IPNU IPPNU TIRTO


Tirto, Pelajar Kota Santri
Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Tirto Mengadakan Training Of Trainer (TOT), Kegiatan ini berlangsung dari hari kamis tanggal 27 April  s/d jumat 28 april 2017, Bertempat di MI Ngalian Kecamatan Tirto. Training Of Trainer ini merupakan yang pertama di PAC Tirto. Dengan mengambil tema “ Membangun Profesionalitas Trainer untuk kemajuan organisasi” .Peserta yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah 29 Orang, delegasi dari PR IPNU IPPNU Se-Kecamatan Tirto dan delegasi beberapa Pengurus PAC Tirto.

Acara dimulai dengan pembukaan pukul 16.00 wib dan dihadiri oleh tamu undangan yang salah satunya dari pemerintah Kecamatan Tirto yang sekaligus membuka kegiatan Training Of trainer ini. Dalam sambutannya rekan Murtadho selaku PC IPNU Kabupaten Pekalongan mengapresiasi kepada PAC IPNU IPPNU Tirto atas terselenggaranya kegiatan ini, bahwa di wilayah Kabupaten Pekalongan baru 2 PAC yang telah menyelenggarakan kegiatan seperti ini, harapannya agar semua PAC di kabupaten Pekalongan bisa mengadakan kegiatan Training Of Trainer.

Kegiatan T.O.T ini bertujuan untuk membekali kader kader di wilayah tirto yang nantinya diharapkan menjadi seorang fasilitator yang handal dan profesional untuk mengisi kegiatan pengkaderan seperti Binari & Makesta yang ada di Kecamatan Tirto.


Kontributor : Khairul Anwar


PAC IPNU IPPNU Buaran Kembali Adakan Pentas Seni


Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Buaran Mengadakan kegiatan Pentas Seni Budaya II yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 28 April 2017 bertempat di Komplek MIS Pakumbulan dan di ikuti seluruh kader  Pimpinan Ranting IPNU IPPNU se Anak Cabang Buaran. Acara ini mengakat tema Dengan Seni dan Budaya Kita Perkuat Kecintaan Terhadap Bangsa dan Negara .

Tujuan acara ini untuk melestarikan rasa kecintaan anggota IPNU IPPNU di Buaran agar lebih memiliki budaya  yang ada di Indonesia. Abdul Khafidz sebagai Ketua PAC IPNU Buaran mengatakan “ kegiatan ini adalah yang ke 2 kita laksanakan, sengaja dilakukan karena ini adalah momentum untuk melestarikan kecintaan para anggota terhadap bangsa dan negara melalui seni dan budaya”. Dia juga menambahkan “Kita semua tahu bahwa banyak para oknum organisasi yang mengaku Ahlussunnah mau mendirikan Khilafah disini. Kita menolak dengan gerakan, bukan dengan kata kata!! Kita menolak, dengan memberikan edukasi di dalam seni dan budaya. Inilah wujud dari kegitan tersebut”.

“ Setelah para peserta mengikuti kegiatan ini, diharapkan para anggota semakin cinta, mempunyai rasa memiliki apa yang ada di dalam budaya Indonesia, bukan tergerus oleh perkembangan zaman dengan mengikuti arus transnasional. Ini menjadi langkah kongkrit bagi kami untuk terus melestarikan apa yang menjadi jati diri budaya bangsa” ini lah harapan dari ketua panitia Muhammad Fuad.

Kegiatan ini juga bermitra dengan Pemerintah Kecamatan Buaran , yang selalu mendampingi dan memfasilitasi hingga acara tersebut berjalan dengan lancar. Hubungan baik dengan Pemerintah setempat ini juga bisa di contoh oleh Pimpinan Anak Cabang lain.

Aji Lukmana


Rabu, 26 April 2017

PAC IPNU IPPNU Wonopringgo Akan Adakan PORSENI


Wonopringgo: Beberapa minggu lagi, PAC IPNU-IPPNU  Kec. WOPRINGGO  akan meyelenggarakan lomba Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang ke-2,  tinggkat se-Wonopringgo. Rencananya acara ini akan di selenggarakan di SMA Islam YMI Wonopringgo pada tanggal 19—20 Mei 2017 dan di ketuai oleh rekan Ahmad Nurdjamalaudin (angota PAC IPNU Kec. Wonopringgo).

 “Latar belakang diadakannya PORSENI untuk mencari bakat dan keahlian yang di miliki kader-kader IPNU-IPPNU Kec. Wonopringgo dan sebagai wadah untuk menyalurkan hobi dan kreatifitas yang dimiliki kader-kader tersebut” kata ketua penyelenggara porseni.

Dalam acara ini, PAC IPNU-IPPNU Kec.Wonopringo  akan mengundang dari PC Kab.Pekalongan pada saat pembukaan PORSENI. PAC IPNU-IPPNU Kec. Wonopringgo juga mengundang 16 PR /desa dan 5 PK sekolah se- Kec.Wonopringgo. Tak lupa anggota DKAC Wonopringgo ikut serta dalam acara ini.

Ahmad Nurdjamalaudin,ketua panitia menjelaskan acara yang menyajikan 11 lomba tersebut seperti ; lomba cerdas cermat, pidato bahasa (Jawa, Indonesia, Inggris), baca kitab kuning,kaligrafi, paduan suara, duror, tenis meja, bulu tangkis, bola voly.

Selanjutnya rekan Ahmad Nurdjamalaudin selaku ketua acara porseni menuturkan “Memperi apresiasi bagi kader yang membanggakan. Mengkomunikasikan progam kerja PAC IPNI-IPPNU Kecamatan Wonopringgo masa khidmat 2015-2017. Mempererat Ukhwah Islamiyah dan rasa gotang royong dalam berorganisasi sebagai media pembelajaran tanggungjawab’’ , tambahanya.

Arif Ayusman

Selasa, 25 April 2017

Ahlu Sunnah Wal - Jama'ah : Dasar, Keistimewaan, dan Buahnya


            Ahlu sunnah wal-jama’ah  adalah golongan islam yang yang berpegang teguh pada ajaran Rosulaallah saw. Jejak rosul semuanya berasal dari wahyu Allah swt, Yang berupa kitab suci  Al – Qur’an dan Sunnah Rosul  yang meliputi  Aqwal yaitu (ucapan), Af’al (perbuatan), dan Taqrir (penetapan) Rosul . Sebagaimana pesan Rosullullah saw ;  “ Hendak nya kamu semua berpegang teguh pada Sunnah ku , Dan Sunnah khulafaur Rosyidhin yang mendapat kan petunjuk  “ ( H.R ABU DAUD ) .

 Dari hadist tersebut kita diajak untuk menjalankan dan mengamalkan sunnah nabi Rosullullah SAW , seperti sunnahnya yang kita lakukan yaitu Tarawih dan sholat Witir yang biasa dilakukan oleh seluruh umat islam ketika bulan Romadhon , Sebagaimana yang dikatakan oleh Rosullullah SAW ; ” Barang siapa melakukan (Ibadah) di bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan ke iklasan semata mata hanya karena ALLAH SWT . Maka ia akan di ampuni dosa dosanya terdahulu . selain itu kita sebagai umat islam di anjurkan untuk mengamalkan dan memperbanyak ibadah di malam malam bulan Romadhon , antara nya Tadarus ,  Pengajian kitab kuning , Pesantren kilat , Berdzikir , maupun kegiatan lain nya yang bernuansa ibadah.

Adapun sholat sunnah yang di lakukan dibulan Romadhon maupun tidak dibulan Romadhon seperti sholat Tahajud yang diartikan sebagai Sholat di malam hari setelah bangun tidur . Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah meninggalkan sholat tahajud pada tiap malam , Seorang Nabi  yang disebut makhluk allah yang istimewa saja tidak meninggalkan sholat sunnah apalagi dengan kita seharusnya kita dapat mengamalkan  dengan baik pula beserta sunah sunah nya  yang lain ingat bahwa  “ Semakin banyak kita mengerjakan sholat , baik fardlu maupun sunnah  , maka semakin bertambah pula kebaikan dan kesempurnaan kita , dan juga terjauhkan dari segala kejahatan dan kemungkaran . Rosullullah juga menerangkan keutama’an nya pada sebuah hadist yang berarti ; “ Sholat yang paling utama setelah sholat fardlu adalah sholat malam (Tahajud) “ , ( Hr. Muslim Dan Thirmidzi ) .
      
         Ada beberapa pertanya’an yang salah satu nya adalah Mengapa orang NU suka membaca Tahlil ??  salah satu ulama’ menjawab  Penjelasannya adalah Tahlil merupakan salah satu Amaliyah warga NU . Bukan hanya sekedar itu saja Tahlil Pun dilakukan untuk beberapa tujuan antara nya ;  Memohon ampunan kepada  Allah dan memohon keselamatan dan kebahagiaan ,  untuk mendapatkan keberkahan dan kesuksesan, tetapi disamping itu kita tidak boleh hanya menunggu dan meminta tetapi haruslah berusaha terus menerus agar mencapai segala yang di inginkan . Tidak jauh dari hal itu kita juga harus dilengkapi dengan amal di kehidupan yang kita lakukan dengan landasan sebagai ibadah , Amaliyah seperti apa yang kita lakukan ?? Antara lain :

A . BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA
       Orang tua merupakan orang yang berjasa dan besar kasih sayang nya kepada kita , Ayah sebagai tulang punggung keluarga yang menghidupi keluarga dengan susah payah mencari nafkah walaupun itu memang kewajuban nya seorang ayah . tetap kita pantas menghargai dan menghormati nya , tidak hanya ayah , ibu juga merupakan salah satu orang yang paling sayang kepada kita , dia yang telah mengandung , melahirkan , menyusui dengan penuh kasih sayang,  Betapa besar jasa dan cinta kasih mereka kepada kita  yang tidak dapat di ukur dan di hitung dengan materi . Sepantasnya kita sebagai mukhalaf ahlusunnah waljama’ah   berbakti pada orang tua . Sebagaiman firman Allah ; “ Dan kami perintahkan kepada manusia ( untuk berbuat baik ) kepada orang tua (QS.LUQMAN ; 14 )  Berbakti kepada orang tua tidak hanya saat mereka masih hidup meskipun sudah meninggal masih dapat berbakti kepadanya dengan Mendo’akan orang tua dan memohon ampun kepadanya untuk mereka , Membaca tahlil untuk orang tua , Banyak bersedekah kepada fakir miskin dan yatim piatu , Menjalin baik hubungan dengan anggota keluarga yang lain .

B. HUBUL ULAMA
        Bisa dikatakan sebagai arti mencintai Ulama ,Ulama  Merupakan seorang yang memiliki pengetahuan tentang agama secara mendalam , atas jasa mereka agama islam tersebar ke seluruh dunia . Oleh karena itu , Nabi Muhammad saw, menyebut ulama sebagai pewaris para Nabi , Sebagai cinta kita kepada mereka dengan mengikuti apa yang mereka ajarkan dan perintahkan nya , Selain itu juga kita dapat mencotoh para Ulama apabila kita telah tamat belajar , kita tidak boleh besar hati dengan tidak mau berbagi ilmu terhadap sesama , Ada beberapa tanda ilmu yang bermanfa’at ; Ilmu yang senantiasa bertambah , Ilmu nya dapat diajarkan kepada orang lain , semakin banyak ibadahnya kepada Allah SWT, Maka dari itu kita diajarkan untuk berbagi ilmu , Semakin banyak ilmu kita yang di pakai orang lain selagi bermanfaat , percayalah amal pahala akan tetap mengalir.

D.HUBBUL WATON
         Sebagai warga NKRI hendaknya kita mempunyai kesadaran hidup bernegara , Mempunyai kewajiban yang harus dilaksanakan yang sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku ,Menjaga dan cinta tanah air  Banyak hal yang dapat di wujudkan untuk menunjuk an bahwa gigih memperjuangkan kemerdekaan antara nya ; Mematuhi peraturan perundangan yang berlaku ,Membela dan menjunjung tinggi nilai nilai kebudayaaan , Ikut serta membangun generasi untuk masa depan , menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bisa dikatakan dengan saling menghormati satu sama lain walaupun beda agama , kepercayaan , asalnya dan kedudukan , selain itu pun harus menjadi penerus pejuang teredahulu

E. HUBBUL AMAL
          Islam adalah agama yang menyuruh penganut penganut nya suka bekerja, Pada surat AL – JUMU’AH Ayat ; 10 Disebut kan bahwa “ Apabila telah ditunaikan maka bertebaran lah kamu di muka bumi dan cari lah ( dengan bekerja )karunia ALLAH Dan ingat lah ALLAH banyak banyak supaya kamu beruntung ( QS AL – JUMU’AH : 10 ) . Maksud dari kandungan ayat tersebut bahwa seseorang di perintahkan agar terus berusaha dan bekerja dengan senantiasa mengingat kebesaran Allah SWT , Dalam islam bekerja sangat di anjurkan dengan bekerja keras prestasi hidup meningkat. Karena tingginya nilai bekerja keras , Islam sangat membenci sifat malas dan ingat satu hal “ Bahwa malas adalah  maut dan racun yang dapat membunuh badan dan pikiran . Ada se ekor anjing yang malas karena di timpa penyakit maka rontoklah rambut  nya, demikian  pula orang yang malas , fisiknya akan menjadi lemas dan lemah dan akal nya menjadi tumpul . Dari uraian tersebut , menjadi jelaslah bekerja keras memang di harus kan dalam islam , Oleh sebab itu Nabi Muhammad  saw,menegaskan kesukaan Allah SWT .  “ Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menyukai seseorang di antara kamu apabila mengerjakan sesuatu pekerjaan maka ia akan menerapkan pekerjaan itu” . itu lah beberapa amalan AHLU SUNNAH WAL – JAMA’AH  Pada kehidupan kita , Selayaknya kita sebagai umat islam haruslah mengamalkan dan menjalankan nya dengan iklas dan lapang dada .
         AHLU SUNNAH WAL – JAMAAH membangun beberapa kelembaga’an yaitu IPNU IPPNU ,IPNU merupakan badan otonom NU  yang menghimpun para pelajar putra , sedangkan IPPNU merupakan badan otonom yng menghimpun pelajar putri .para pelajar yang tergabung dalam kelembagaan ipnu ippnu terdiri atas pelajar sekolah , kebanyakan mereka adalah pelajar sekolah atau madrasah yang di bawah naungan lembaga MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA . Generasi baru ini di bangun melalui kelembagaan untuk terus memperjuangkan kejaya’an NAHDLATUL ULAMA terutama pada generasi pelajar .
           Kesimpulan dari ulasan ulasan berikut bahwa ajaran ajaran pendidikan dan akhlak pada ASWAJA  ( AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH ) sangat lah penting dan di haruskan sebab sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat islam , selain berpedoman pada AL-QUR’AN ,HADIST ,IJMA’ , QIYAS , di haruskan pula dapat mengamalkan ajaran yang di anjurkan   AHLU SUNNAH WAL- JAMA’AH .
                                                                                      

DEDY PRIANTO_PAC IPNU LEBAKBARANG 

Minggu, 23 April 2017

Latihan Kader Muda III


Kajen@pelajarkotasantri-: IPNU Pimpinan Anak Cabang Kajen Menyelenggarakan Latihan Kader Muda (LAKMUD) III, acara ini berlangsung dari tanggal 22-24 April 2017 di Balai Desa Pingsurat kecamatan Kajen dan di ikuti bukan hanya kader-kader dari Pimpinan Ranting di Piminann Anak Cabang Kajen juga dari  kader dari Pimpinan Anak Cabang di Kabupaten Pekalongan
.
“Acara LAKMUD III ini mengusung tema Menciptakan Kader yang Berjiwa Organisatoris dan Sosialis” kata Rekan Rozikin selaku ketua panitia “Berharap kader yang mengikuti LAKMUD III ini menjadi kader militan dan tidak hanya sampai disini saja tapi juga mampu melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama’ di Kecamatan Kajen secara khususnya dan di Kabupaten Pekalongan secara umumnya” tambahnya.

Ditemui di sela sela kegiatan LAKMUD III Ketua Pimpinan Anak Cabang Kajen Rekan Khozinatul Asror mengatakan “kegiatan Latihan Kader Muda ini bertujuan untuk mempersiapkan kader yang akan menjadi pengurus periode yang akan datang karena kepengurusan saat ini akan berakhir awal Oktober 2017 ini”.

LAKMUD merupakan salah satu jenjang pengkaderan yang ada di IPNU IPPNU.


Aji Lukmana

Sabtu, 22 April 2017

Rapat Kerja Cabang 2 PC IPNU Kab. Pekalongan


Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Pekalongan Mengadakan Rapat Kerja Cabang 2 pada tanggal 21 April 2017 yang di selenggarakan di MTs Ma’arif Karanganyar. Rapat Kerja Cabang 2 ini di hadiri oleh  personil Pimpinan Cabang masa khidmat 2016-2017 dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bidang Kaderisasi dan Corp Brigade Pembangunan.

“Agenda untuk Rapat Kerja Cabang 2 ini adalah Pimpinan Komisariat dan Bidang Kaderisasi karena dua bidang tersebut harus menjadi fokus garapan IPNU di Kabupaten Pekalongan” kata Murtadho selaku Ketua  Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Pekalongan, “Saya berharap Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten Pekalongan juga agar fokus kedua bidang tersebut dan berharap dalam Rakercab 2 ini menghasilkan kebijakan dan program kerja yang bermanfaat bagi IPNU dan Masyarakat secara luas” tambahnya .

Acara inti Rapat Kerja Cabang 2 di mulai pukul 19.00  sidang Pleno tata tertib menjadi urutan yang pertama kemudian dilanjutkan Sidang Komisi,  Sidang Komisi di bagi menjadi 2 yaitu sidang komisi Kaderisasi dan komisi teknis pendirian komisariat setelah itu di lanjutkan dengan pembacaan laporan tengah periode yang di bacakan oleh jajaran Pimpinan Cabang. kemudian di tutup dengan menyayikan lagu Mars IPNU dan Do’a penutup oleh  rekan Khozinatul Asror.


Aji Lukmana

Kamis, 20 April 2017

Dimulai Dari Hal Yang Kecil




Akhir-akhir ini di masyarakat sering dijumpai orang meninggal. Memang sebenarnya kehidupan dan kematian adalah dua hal yang pasti dialami manusia, jika ada hal yang hidup, maka barangtentu dia bakal mati. Namun kematian seseorang akan menjadi berarti ketika kita mau memahami dan memetik hikmah dari kematian tersebut, bukan malah kita terus dirundung kesedihan atas terpisahnya komunikasi dengan dirinya.

IPNU sebagai wadah organisasi pemuda dan pelajar selayaknya harus pandai mensikapi segala problematika dan hegemonik masyarakat indonesia, terlebih lagi indonesia yang kian hari semakin diwarnai oleh agama, kepercayaan, dan ormas-ormas agama yang menambah catatan sikap intoleransi bagi indonesia. Tetapi ipnu sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama pastinya harus memegang teguh prinsip-prinsip dasar NU contohnya sikap ta’awun atau saling tolong menolong.

Dalam bersikap ta’awun seorang anggota IPNU ketika menghadapi fenomena kematian seseorang haruslah tumbuh rasa untuk saling gotong-royong dan menolong keluarga yang ditinggalkan (shohibul musibah). Cara nyata yang harus dibiasakan oleh kader IPNU adalah kita berta’ziyah dan membacakan yasin tahlil dihadapan mayit bersama-sama secara berjama’ah. Hal ini pula yang sering dilakukan oleh salah satu PAC IPNU IPPNU Kecamatan kedungwuni ketika mendapati anggota keluarga kader IPNU yang meninggal untuk kemudian dikordinasi berta’ziyah bersama.

Memang hal ini terlihat sepela dan biasa saja. Namun sebenarnya jika kita mau beristiqomah dalam melakukan hal tersebut bisa menjadi media syi’ar IPNU kepada masyarakat bahwa seorang kader memegang teguh dalam menjaga tradisi dan amalan yang telah diturunkan secara turun menurun oleh para wali songo. Selain itu sebagai sarana menumbuhkan jiwa sosial kepada kader agar ikut merasakan duka seseorang yang ditinggal anggota keluarga dan mengingat-ngingat akan kehidupan yang fana ini dan akan mati berpindah ke alam akhirat yang kekal abadi.

Oleh departemen dakwah dan pengabdian masyarakat PAC Kedungwuni


Rabu, 19 April 2017

Pelajar dan Pendidikan


Pendidikan atau dalam bahasa Arabnya disebut Tarbiyah , merupakan hal yang berbeda dengan pengajaran pengetahun .
Pengajaran pengetahuan-Ta'lim lebih menekankan penguasaan intelektual semata (Al-Faqih).
Sedangkan pendidikan , memiliki daya cakup yang lebih luas dari itu .
Tidak hanya penguasaan intelektual (Tafaqqohu fiddiin) , juga kematangan spiritual ruhaniyah (iman dan taqwa) yang memiliki tujuan untuk mencapai tingkatan tertinggi , Sa'adatuddarain (Bahagia dunia dan akhirat). Yang di dalam sila pertama Pancasila berbunyi, Ketuhanan yang maha Esa.

Sejauh kultur yang berkembang di masyarakat , khususnya negara Indonesia , komunitas pondok pesantrenlah yang masih mempertahankan pola itu , diakui atau tidak . Namun , bukan hal yang mustahil dikalangan komunitas lain ,misal intitusi sekolah,pemerintah atau lingkungan masyarakat umum untuk menerapkan pola pendidikan yang semestinya .

Melihat betapa pentingnya pendidikan bagi masyarakat , tentu utamanya  harus menjadi cambuk semangat bagi para pelajar , khususnya pelajar muda Nahdlatul Ulama' -dalam hal ini IPNU, untuk lebih giat mengexplore halhal yang bersifat pengetahuan dan juga problem waqi'iyyah (kekinian) yang sedang terjadi , melalui pola pendidikan yang berasaskan Pancasila dan UUD 45' , berkepribadian Indonesia , serta system tata aturan yang disandarkan kepada syariat Islam.
Sebab , pendidikan yang sukses (Pancasila-UUD45' yang dipadukan dengan Syari'at Islam)  , akan membuahkan hasil berupa moralitas manusiawi yang lebih baik -dalam bahasa santri disebut Akhlaqul Karimah , serta menumbuhkan etos kerja tinggi yang dalam Al-Qur'an disebut sebagai Ibtiha' Fadhlillah ( Secara optimal mencari anugrah Allah atau secara umum disebut sebagai amal shaleh ). Atau, sebagaimana tercantum dalam sila ke-dua , kemanusiaan yang adil dan beradab. Sebagaimana risalah pertama yang diturunkan kepada Rasululloh SAW , yaitu liutammima makaarimal akhlaq (membenahi moralitas).
Rasululloh mencontohkan pola pendidikan yang sempurna kepada masyarakat pada waktu itu .  Karena , bagaimana mungkin citacita luhur -seperti pengembangan kemajuan SDM dan SDA akan tercapai jika masyarakatnya tidak memiliki moralitas dari hasil pendidikan yang diidamidamkan .

Oleh sebab itu , ini merupakan pr besar bagi keberadaan pelajar -khususnya pelajar muda NU , untuk menjadi inisiator, motivator, juga fasilitator dalam segala bentuk penerapan pendidikan .
Pelajar NU harus menjadi yang terdepan , tidak hanya dalam penguasaan intelektualitas namun juga spiritualitas ruhaniyah yang matang .
Sehingga peran pelajar sebagai komunitas terbesar dimasyarakat , tidak hanya dalam penguasaan pengatahuan saja, tapi juga dalam pengelolaan dan partisipasi penuh terhadap nasib masyarakat yang didasarkan pada kesadaran diri mengemban amanat Allah SWT yang harus dipertanggung jawabkan dengan baik . Termaktub dalam sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia.

Kita bisa lihat , betapa banyaknya kebrorokan moral di kalangan komunitas elit misalnya, seperti korupsi . Jika sadar betul , sesungguhnya ini adalah cermin dari pendidikan yang gagal . Sebab , meskipun mereka para koruptor itu memiliki penguasaan intelektual yang luar biasa , tapi tidak diimbangi spiritualitas ruhaniyah yang matang , mengakibatkan hilangnya rasa tanggung jawab penuh terhadap masyarakat luas . Sehingga , mereka tak segan memakan dan mengambil hak hak yang semestinya di rasakan dan diberikan kepada rakyat . Hal ini menjadikan kemustahilan untuk mencapai sila ke empat , kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Terakhir ,dengan semangat belajar,berjuang,bertaqwa melalui wadah organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' di setiap daerahnya , kita harus mengupayakan pola pendidikan secara maksimal dan penuh tanggung jawab serta kesungguhan hati yang terdalam , juga senantiasa melangitkan do'a dan pengharapan baik , semoga Bangsa Indonesia benarbenar dapat terlepas dan keluar dari belenggu kegelapan menuju nasib yang lebih cerah dan bermakna , Minadhdhulumaati ilannuur . Sehingga , bangsa Indonesia benarbenar dapat mencapai citacita sebagaimana tersebut dalam sila kelima , yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Aamiin ...
.
.
Muhammad Wamiq Hammadallah
(Wakil ketua III PAC  IPNU  Buaran)

Selasa, 18 April 2017

Kesulitan dan Kemudahan: Lawan Mutlak




Dalam kehidupan ini tidak akan terlepas dengan namanya kesulitan. Manusia akan selalu menemuinya bahkan datang dengan tanpa diundang, padahal sama sekali sebagi fitrah manusia bahwa tidak menginginkan kesulitan itu datang. kesulitan dalam al-Quran biasa disebutkan menggunakan kata 'usr ,yang disebutkan dalam al-Quran sejumlah 11 kali baik berupa kata dasarnya atau turunannya.

Kemudahan, merupakan hal yang selalu di impikan ketika mengalami sebuah kesulitan. Kemudahan adalah lawan kata dari kesulitan,dalam  al-Quran  kata  yang  bermakna  kemudahan  biasanya  menggunakan  kata  yusr .  Kata  yusr  disebutkan  44  kali  baik  kata  dasar  maupun  turunannya  dalam  al-Quran. Sebenarnya kehidupan ini akan terasa hampa ketika tidak menjumpai kesulitan.

Ketika  menengok  surat  al-Insyirah  ayat  5-6,  dapat  mewakili  atas  permasalahan  tersebut.  bahwa  yang  menjadi  jembatan  antara  kesulitan  ('usr)  dan  kemudahan  (yusr) ,  adalah  kata  Ma'a  yang  berarti  bersama .  Dalam  ayat  ini  tidak  menggunakan  kata  ba'da  yang  artinya  setelah ,  namun  menggunakan  kata  Ma'a .  Jadi,  bahwa  kesulitan  bersama  kemudahan  bukan  setelah  kesulitan  akan  datang  kemudahan.  Dan  dalam  kata  'usr  berbentuk  ma'rifat  yaitu  bersifat  khusus,  sedangkan  kata  yusr  berbentuk  nakirah  yaitu  bersifat  umum,  dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  kesulitan  yang  khusus  pasti  disertai  kemudahan/jalan  keluar  yang  banyak.

Sudah jelas bahwa setiap ada satu kesulitan pasti dibarengi dengan berbagai kemudahan maupun jalan keluar

WA LA TAIASU


Ahmad Mujahid

Senin, 17 April 2017

Nafsu, Akal, dan Hati Tiga Sekawan yang selalu Bersama



Sungguh anugerah dari Sang Maha Kuasa yang diturunkan kepada Wakilnya dimuka bumi ini yaitu manusia. Dia dianugerahkan tiga alat penting, dimana tidak ditemukan lagi tiga alat itu dimakhluk selain Manusia, entah itu hewan, tumbuhan, setan, bahkan jin dan malaikat. Melihat hal tersebut, rasanya kita merasa hebat dan bangga karena kita punya apa yang tidak dipunyai oleh makhluk lainnya. Namun rasa hebat dan bangga itu tidak akan berarti apa-apa ketika manusia tidak tahu bagaimana cara mengoptimalkan kerja tiga sekawan tersebut. Ketika manusia 'buruk' maka seketika derajat dia akan berada di bawah hewan. Dan ketika manusia 'apik' maka seketika juga ia berada pada derajat diatas malaikat.

Tentunya buruk/apiknya sebuah perbuatan manusia itu tidak lepas dari peran ketiga sekawan tadi. Dalam Teori Kepribadiannya Sigmund Freud yaitu Psikoanalisis terdapat tiga 'unsur' dalam diri manusia yang menentukan ia bertindak. Pertama ID, yaitu keadaan dimana seseorang menginginkan sesuatu. Dalam Islam kita bisa fahami ID sebagai Hawa Nafsu. Kedua EGO, yaitu upaya bagaimana apa yang diinginkan itu bisa tercapai. Disinilah Akal berada. Ketiga SUPEREGO, yaitu sesuatu yang menengahi antara ID dan EGO, dalam hal ini SUPEREGO-lah yang memerhatikan nilai dan norma dalam masyarakat. Oleh karena itu, disinilah singgasanahnya Hati. Contoh: "ketika seorang individu ingin makan, sedangkan ia tidak mempunyai uang untuk membeli makanan tersebut. Dalam hal ini individu tersebut mempunyai berbagai cara untuk mendapatkan makanan tersebut, mulai dari cara yang halal sampai yang haram. Lalu ia malah memilih untuk bekerja terlebih dahulu untuk bisa dapat uang, dan uangnya tersebut bisa ia gunakan untuk membeli makanan tersebut."

Dalam contoh diatas rasa ingin makan (ID), dan lalu upaya untuk mendapatkan makanan tersebut ada berbagai cara dari halal-haram (SUPEREGO), namun ia malah memilih dengan cara yang halal, yakni bekerja (EGO).

Oleh karena itu kaitannya dengan Esensi Akal, Hati, dan Nafsu adalah fitrah manusia. Tuhan memberikan akal kepada manusia agar manusia selalu mengupgrade kualitas diri kita. Tuhan memberikan Nafsu kepada manusia agar manusia mampu tumbuh dan berkembang. Dan Tuhan juga memberikan Hati agar manusia selalu dekat dengan-Nya.

Apabila Hati (Superego) ini tidak berfungsi secara optimal, maka ia akan 'jatuh' dibawah derajat hewan. Lalu ketika Hati (Superego) berfungsi sesuai fitrahnya maka ia akan 'naik' diatas derajat malaikat. Subhanallah... Itu semua kita tinggal memilih, mau berada diatas Malaikatkah? Atau malah berada dibawah hewan?
.
Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging, dimana ketika ia baik maka baiklah semuanya. Dan (begitupula) ketika daging tersebut buruk maka buruklah semuanya. Daging tersebut bernama HATI."

 Aditama

PAC Bojong Siapkan Kader Militan


Sejumlah 62 Kader IPNU IPPNU pilihan telah dilantik menjadi anggota CBP KPP IPNU IPPNU Kec. Bojong pada Ahad, 16 April 2017 Pukul 03.00 WIB dini hari setelah berhasil lolos dalam mengikuti serangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan Utama (DIKLATAMA) yang diadakan oleh DKAC CBP KPP PAC. IPNU IPPNU Kec. Bojong mulai dari Jum'at, 14 April 2017 sampai dengan Ahad, 16 April 2017 bertempat di Lapangan desa Duwet Kec. Bojong Kab. Pekalongan.

Kegiatan DIKLATAMA ini sudah dipersiapkan dengan sangat matang oleh Panitia yang telah bekerja sangat total dan tidak tanggung-tanggung, itu semua dimaksudkan untuk mencetak kader-kader yang militan serta siap dalam menghadapi kerasnya fitnah-fitnah akhiruz zaman oleh golongan-golongan radikal yang sangat deras mendera Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah di zaman sekarang ini. Ditambah lagi berdasarkan visi misi DKC CBP KPP Kab. Pekalongan yang telah disosialisasikan, bahwa DIKLATAMA harus dapat menghasilkan output berupa kader-kader IPNU IPPNU yang militan, sigap di lapangan, siap menghadapi forum dan tanggap di masyarakat. Sudah tidak zamannya lagi mengadakan kegiatan hanya untuk memenuhi formalitas program kerja saja. Maka dari itu, pada injury time menjelang akhir periode ini, rekan Yusuf Ma'sum beserta jajaran dan rekanita Puri Handayani CS rela mengorbankan waktunya untuk mengawal jalanya kegiatan tersebut dari awal hingga lokasi kegiatan menjadi bersih kembali demi tercapainya tujuan-tujuan mulia tersebut.

Berdasarkan pemantauan dan pendampingan di lapangan oleh tim CBP Kota Santri, seluruh rangkaian kegiatan tersebut Alhamdulillah tidak dijumpai hambatan yang berarti... Itu semua berkat izin dan ridho Allah SWT serta kerja keras dari seluruh Panitia, Alumni dan semua pihak terkait.  Di samping itu, antusiasme seluruh peserta juga menjadi main factor yang sangat menunjang kelancaran kegiatan tersebut dari awal hingga akhir. 

Seluruh peserta yang telah dilantik langsung tergabung menjadi anggota DKAC CBP KPP Kec. Bojong yang dapat langsung difungsikan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Karena mereka sudah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan khusus CBP KPP IPNU IPPNU yang telah disampaikan oleh Pemateri-pemateri berkompeten dalam bidangnya, bukan dari mbah google.


CBP/KPPkotasantri

Tata Kelola Administrasi Wujudkan Keberhasilan Organisasi




Indikator sebuah organisasi dikatakan sebagai organisasi yang baik adalah salah satunya dilihat dari sisi tata kelola administrasinya. Hal ini juga yang menjadi dasar salah satu penetapan sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga daerah, bahkan seringkali organisasi yang masuk dalam proses penilaian OKP bisa sampai pada tingkatan nasional sebagaimana prestasi PC IPNU Kabupaten Pekalongan yang pernah menjadi juara satu pada tahun 2014.
Dasar inilah yang menjadi semangat PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kedungwuni untuk melaksanakan Pelatihan Administasi yang sudah terlaksana pada hari jumat, bertepatan dengan tanggal 14 april 2017 M/17 rajab 1438 H di TPQ Nurul Anwar Desa Tangkil kulon. Peserta kegiatan tersebut adalah ketua dan sekertaris pimpinan ranting atau yang mewakili di setiap PR IPNU IPPNU di Kecamatan kedungwuni, dengan jumlah partisipan 12 ranting yang ikut dalam pelatihan tersebut.
Dalam hal ini rekan M. Khusni Mubarok selaku ketua Panitia mengusung tema tata kelola administrasi wujudkan keberhasilan organisasi mengharapkan dengan adanya kegiatan ini menjadikan organisasi IPNU di kedungwuni semakin tertib dalam beradministrasi. Selain itu menurut Khasan Basri dalam sambutannya mewakili PAC IPNU IPPNU Kecamatan kedungwuni menjelaskan mengenai Prestasi terdahulu bahwa kedungwuni seringkali menjadi nominator terbaik dalam tata kelola administrasi yang diselenggarakan PORSENI PC IPNU kabupaten Pekalongan.
Acara pembukaan ini dibuka langsung oleh MWC NU Kedungwuni yang diwakilkan oleh Bapak Murtadho, M.Pd dimana ia mengatakan yang membedakan dalam NU di desa masing-masing sebagai jam’iyah dan jama’ah, jika dilihat dari jama’ah memang banyak, namun jika tidak ada ketertiban administrasi maka NU desa tersebut belum dikatan sebagai Jam’iyah NU.
Pelatihan administrasi yang diselenggarakan PAC IPNU IPPNU Kedungwuni mengusung materi-materi sebagai berikut : bedah POPA/PPOA dan PD-PRT IPNU IPPNU, Administasi Kesekertariatan dan Administrasi Kepanitiaan. Dengan pemateri yang diambil dari Pengurus Cabang IPNU IPPNu serta dari alumni PAC Kedungwuni itu sendiri.
Pada akhir acara pelatihan administrasi, dari Streering Comite (SC) panitia mengusulkan program follow up berupa pengelolaan dan pengumpulan data base anggota IPNU IPPNU di Ranting masing-masing, serta perbaikan dan penertiban proses permohonan pengesahan baik penerbitan ulang maupun pengajualn pengesahan.



lembaga pers dan jurnalistik PAC Kedungwuni

Sabtu, 15 April 2017

Lahirnya CBP KPP Kecamatan Kesesi



PAC IPNU IPPNU Kec. Kesesi mengadakan DIKLATAMA (Pendidikan dan Latihan Pertama) pada Kamis-Sabtu, 13-15 April 2017 di MA YAPPI Kesesi mulai Kamis, 13 April 2017 pukul 12.00 WIB dan berakhir pada Sabtu, 15 April 2017 pukul 07.00 WIB yang diikuti oleh 44 peserta yang berasal dari anggota IPNU IPPNU di Kec. Kesesi .

Panitia merasa sangat puas dengan capaian kegiatan tersebut, dikarenakan antusiasme para peserta dalam mengikuti seluruh materi yang ada. Adapun materi yang disampaikan secara garis besar meliputi : Materi Ideologis NU, Keorganisasian dan Kelembagaan, Character building, Bela Negara, SAR, Kedisiplinan dan Kepolisian terbatas.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia serta pihak-pihak terkait dalam menyelenggarakan kegiatan DIKLATAMA. Kegiatan DIKLATAMA ini merupakan kegiatan DIKLATAMA yang pertama kali dilaksanakan oleh PAC IPNU IPPNU Kec. Kesesi. Karena dalam periode-periode yang sebelumnya belum pernah ada. Maka dari itu lulusan dari kegiatan DIKLATAMA ini diharapkan dapat menjadi bibit-bibit unggul lahirnya CBP KPP di Kec. Kesesi, serta dapat menumbuh kembangkan keberlangsungan CBP KPP di Kec. Kesesi. 

DIKLATAMA yang pertama ini juga sebagai tonggak  lahirnya CBP KPP di Kec. Kesesi ini, diharapakan dapat menjadi wadah sekaligus menjadi contoh positif bagi generasi muda masa kini khususnya di Kec. Kesesi. Bahwa sesuatu yang keren itu dimulai dari kegiatan yang positif, bukan dari hal yang merugikan orang lain. Keren itu g' harus mahal... keren itu tidak  harus ke salon... keren itu kalau bisa bermanfaat bagi orang lain.


CBP/KPPkotasantri

MELESTARIKAN TRADISI, PR IPNU IPNU KARANGJOMPO ADAKAN WISATA RELIGI





 Pelajar Kota Santri Jumat, (14/04/2017). Rombongan Pengurus IPNU IPPNU Ranting KarangJompo kecamatan Tirto Mengadakan Ziarah ke Kudus dan Demak. Dengan menggunakan bus sebanyak 38 Pengurus beserta anggota mengikuti kegiatan ini. Pemberangkatan dimulai Pukul 06.30 wib bus berangkat dengan tujuan utama yaitu Makam Sunan Muria di Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Sebelumnya kegiatan ziarah ini sudah sering di lakukan oleh PR IPNU IPPNU KarangJompo, namun tidak sebesar ini. Kegiatan ziarah ini merupakan salah satu program kerja IPNU IPPNU Ranting KarangJompo. Rombongan peziarah sampai di area makam sunan muria pukul 14.00 wib, agar sampai ke makam rombongan peziarah menaiki ojek, karena jaraknya yang jauh dari tempat parkir bus.

Ziarah kali ini Dipimpin oleh seorang uztadz dari desa KarangJompo sendiri yaitu PakMuhaiminan Slamet. setelah dari makam sunan muria, rombongan peziarah melanjutkan perjalanan ke makam sunan kudus. Sesampainya disana pukul 19.00 wib rombongan harus menaiki ojek untuk sampai di makam. Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan ke sunan kalijaga di Kota Wali Demak.


“Tujuan dari diadakannya ziarah ini adalah untuk mempererat kesatuan IPNU IPPNU KarangJompo serta untuk mengetahui para ulama kita.”ujar Qomarudin selaku ketua panitia.  pukul 23.00 wib selesai sudah rangkaian wisata religi PR IPNU IPPNU Karangjompo ke Kudus dan demak. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Pekalongan. Jam 02.30  rombongan telah sampai.

Jumat, 14 April 2017

KONDISI Ke-NU-an SRAGI



pelajarkotasantri -Ba'da  isya  dengan  suasana  angin  dingin,  rembulan  pun  malu  untuk  menampakkan  diri ataupun tunduk atas  menyambut  malam  kelahiran  NU  yang sudah berusia 94 tahun. malam ini juga PWNU Jateng, kepengurusan nahdlatul ulama yang berada di tingkatan provinsi juga mengintruksikan di tingkatan bawahnya yaitu PCNU, MWC NU sampai PR NU di tingkatan desa.

Tepatnya malam ini juga banyak diselenggarakan berbagai kegiatan untuk menyambut malam kelahiran NU, salah satunya yang diintruksikan oleh PWNU Jateng yaitu untuk melaksanakan istighosah seperti yang sudah diajarkan oleh Mbah Cholil Bangkalan selaku guru dari Hadratus syaikh Hasyim Asyari.

Masjid-masjid yang terangkum dalam kecamatan Sragi pun juga banyak yang melaksanakan istighosah tersebut. namun masih banyak juga yang enggan ataupun mungkin dianggap kegiatan ini kurang begitu penting.

Ketika melihat pemetaan ke-NU-an di sragi juga dapat kita simpulkan secara sementara. dari kegiatan istighosah inipun juga menjadi gambaran sementara bahwa keadaan ke-NU-an di Sragi belum menyeluruh ataupun satu desa dengan desa lainnya masih sangat ketara baik dilihat dari segi kualitas ataupun kuantitas.

Inipun juga menjadi kekuatan dalam tubuh NU, tetapi ketika melihat sebagian ranting yg belum getol terhadap tradisi ke-NU-an, kesempatan inilah yang harus menjadi bidang garapan NU sekarang bahkan kedepan. yang harus berperan adalah semua elemen NU baik dari NU itu sendiri sampai Banom-banomnya salah satunya IPNU-IPPNU yang sasarannya adalah kawula muda.

Banggalah menjadi NU, yang selalu mengedepan Islam Nusantara sebagai Islam Rahmatan lil Alamin


Ahmad Mujahid
Pengaku Cinta NU

Rabu, 12 April 2017

Sekolah Kehidupan


            Manusia,sejak lahir sampai ia meninggal dunia pada hakikatnya tidak dapat hidup sendiri tanpa bntuan orang lain. Hal itulah yang menjadikan manusia sebagai mahluk sosial,menjadi mahluk sejatinya di butuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan nya.
            Mahluk sosial sendiri identik dengan suatu kelompok manusia atau yang biasa di sebut masyarakat. Sebagai mahluk sosial, tiap individu pastinya melakukan interaksi dengan manusia lain, interaksi ini biasa disebut Kontak Sosial.
            Setiap haarinya kita pasti melakukan interaksi dengan masyarakat di sekitar kita. Interaksi tersebut bisa berupa kontak yang menyenangkan maupun kontak yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, dalam kehidupan bermasyarakat di butuhkan norma norma untuk menjaga stabilitas kehidupn di masyarakat tersebut.
            Penerapan perilaku yang sesuai dalam norma yang berlaku di masyarakat sebenarnya bisa di mulai di lakukan oleh setiap individu di dunia ini, maka dari itu penerapan perilaku yang sesuai dengan norma norma yang berlaku di masyarakat sangat diperlukan agar norma tersebut dapat hidup dan bertahan di masyarakat terebut. Akan tetapi sungguh di sayangkan pergeseran tentang norma norma tersebut telah membuat banyak orang menjadi ikut bergeser pula pola pikirnya yang memunculkan pelanggaran terhadap norma yaitu suatuperilaku yang tidak sesuai atau perilaku menyimpang dari peraturan yang ada di masyarakat tersebut,pelanggaran ini biasanya terjadi akibat pergerakan makna dalam dalam kehidupan.
            Banyak remaja bahkan anak anak zaman sekarang yasng merasa jika tidak bergaya ke barat-baratan, mereka di cap ketinggalan zaman oleh teman teman lainnya. Hal ini sangat di butuhkan adanya norma agama yang mengatur kehidupan seseorang termasuk kehidupan bermasyarakat, berikut sedikit ulasan ulasan tentang “sekolah kehidupan”.
             Manusia memiliki kebutuhan dasar yang alamiyah seperti makan, minum, berkomunikasi, bersosial, belajar, dll. Kebutuhan dasar ini muncul bahkan ketika masih dalam kandungan. Namun manusia juga memiliki kebutuhan akan pendidikan,karena setiap informasi yang di berikan akan di terima menjadi modal besar manusia menjadi berkembang yang terdidik. Sehingga dengan pendidikan manusia menjadi tahu, paham dan menghayati potensi yang ada untuk kemudahan hidup manusia.
            Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua mulai dari orangtua sebagai pendidik keluarga, masyarakat sebagai pendidik lingkungan, guru sebagai pembimbing atau pendidik formal dan nonformal, serta pemerintah yang memiliki otoritas kekuasaan, hingga peserta didik juga mempunyai tanggung jawab. Orang tua sebagai pendorong dan memberi semangat, penasehat, serta menjadi contoh bagi anaknya yang di cintai, yang memberikan kasih sayang dan tempat bertanya anaknya.
Pendidikan yang di mulai sejak dini sangat di butuhkan bagi perkembangan karakter anak untuk membangun petradaban bangsa yang lebih baik, bukan kehidupan yang justru di penuhi dengan perilaku biadab. Banyak pilar karakter yang harus di tanamkan kepada anak penerus bangsa, di antaranya:kejujuran, keadilan, rasa hormat. Kejujuran adalah hal yang paling penting kita tanamkan pada diri kita maupun kepada anak – anak penerus bangsa, karna kejujuran merupakan benteng dari semuanya. Demikian juga dengan keadilan agar anak penerus bangsa bisa memutuskan suatu perkara dengan benar dan tepat. Selain itu ada rasa hormat, hormat kepada siapapun, kepada orang lebih tua, teman, sanak saudara, maupun menghormati akan perbedaan.

                Hal lain yang perlu di perhatikan ialah pendidikan moral, inilah yang seyogyanya di mulai ketika masih kecil, karna kedepan merekalah yang memegang kendali kehidupan. Bahkan alangkah lebih baik jika keluarga,terutama orangtua bisa memberikan pelajaran pendidikan moral kepada anak – anaknya,karna orangtua peran yang sangat penting bagi warna kehidupan si buah hati. Pendidikan moral itu sendiri merupakan pondasi bagi sebuah pendidikan karakter. Pendidikan karakter lebih mengutamakan pertumbuhan moral individu, penanaman nilai – nilai dalam diri anak dan pembaharuan tata kehidupan bersama, yang lebih menghargai kebebasan individu merupakan dua wajah pendidikan karakter dalam sebuah lembaga pendidikan. Anak didik sebagai individu jika memiliki moral yang baik tentu akan melahirkan kepribadian yang luar biasa, sikap dan perilaku yang di lakoni dalm kehidupan sehari hari merupakan yang cermin dari kepribadian dirinya. Dan berikutnya pun tentulah akan muncul generasi bermoral dan berkebudayaan di atas kebebasannya sebagai individu.

Untung Mualif

Senin, 10 April 2017

Memaknai Silaturrahim Alumni dan Kader IPNU PC IPNU Kabupaten Pekalongan



Melaksanakan silaturrahim secara langsung di zaman sekarang ini merupakan suatu hal yang dapat dibilang luar biasa. Pasalnya dengan berbagai kemudahan media komunikasi yang ada, seringkali kita lebih memilih berkomunikasi melalui media sehingga enggan untuk memilih bersilaturrahim secara langsung. Atas dasar inilah Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Pekalongan berinisiasi melaksanakan “Sarasehan Alumni dan Kader IPNU Kabupaten Pekalongan” pada Jumat 7 April 2017 kemarin sebagai ajang silaturrahim antar sesama kader IPNU dari masa ke masa.
Bukan hanya karena untuk menghadiri undangan dari panitia yang menjadi latar belakang hadirnya para alumni untuk bertemu dengan sesama alumni maupun dengan kadernya di IPNU Kabupaten Pekalongan. Akan tetapi perlu diyakini akan adanya faktor-faktor lain yang lebih mendorong para alumni dan kader untuk saling bersilaturrahim. Antusiasme kehadiran alumni dan kader pada pertemuan tersebut didasari dengan berbagai macam latar belakang untuk bisa saling bersilaturrahim.
Bagi alumni, intensitas saling bertemu yang minim, ingin mencurahkan rasa kangen terhadap IPNU, ingin memberikan ilmu dan pengalaman, memotivasi dan mengarahkan kadernya mungkin menjadi faktor-faktor yang tidak dapat dibendung sehingga berkenan untuk bertemu dengan kader-kadernya. Demikian pula para kader yang selalu haus akan ilmu dan pengetahuan sehingga merasa perlu terus belajar khususnya dari para senior dan alumninya.
Moment silaturrahim “Alumni dan Kader IPNU Kabupaten Pekalongan” pada dasarnya merupakan kegiatan yang sangat sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Namun dibalik kesederhanaannya, pertemuan dalam rangka sarasehan alumni dan kader IPNU Kab. Pekalongan tersebut mempunyai banyak khikmah yang dapat diambil. Pertama, menghubungkan ruh ukhuwah nahdliyah antar sesama kader IPNU Kabupaten Pekalongan.  Kedua, membentuk dan memperkuat jaringan IPNU di Kabupaten Pekalongan baik bagi alumni maupun kader yang masih aktif. Ketiga, memberi energi positif berupa motivasi tersendiri bagi kader yang masih aktif sehingga dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri bagi kader dan meningkatkan rasa memilikinya terhadap IPNU.
Sementara itu, apabila ditelusuri lebih lanjut lagi IPNU telah telah berhasil mendistribusikan kader-kadernya melalui berbagai bidang yang ada sejak pertama berdiri khususnya di Kabupaten Pekalongan pada tahun 1962. Aktifis IPNU menjadi pengurus PC NU, aktifis IPNU menjadi politisi, aktifis IPNU menjadi pengusaha, menjadi aktifis lingkungan dan lain sebagainya. Semua ini patut dijadikan motivasi tersendiri bagi kader-kader yang masih aktif untuk selalu mengikuti proses dalam IPNU serta selalu ikhlas berkhidmat kepada organisasi

pelajarkotasantri

Minggu, 09 April 2017

Peran Media Sosial Terhadap Prestasi Pelajar Masa Kini


Masa sekarang dan masa lalu pasti berbeda, masa lalu belum banyak teknologi yang serba canggih, masa sekarang ? sudah banyak teknologi yang berperan dalam kehidupan. Dalam dunia pendidikan pun antara masa lalu dengan sekarang berbeda jauh. Masa lalu masih menggunakan kapur sebagai alat tulis dipapan, kalau sekarang sudah ada spidol. Dulu belum ada internet, sekarang sudah ada. Bahkan internet sudah bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Pelajar masa lalu dengan sekarang juga berbeda baik dari segi prestasi, sikap, akhlak, dan tentunya moral.

Di Zaman yang serba modern seperti ini pastinya manusia tak bisa lepas dari  yang namanya teknologi,salah satu perkembangan teknologi tersebut bisa digunakan untuk mencari informasi. banyak hal yang bisa digunakan untuk mencari informasi ataupun menulis sesuatu. Salah satunya adalah media. Berbicara mengenai media terhadap kaum pelajar, pasti yang pertama kali ditangkap adalah Media Sosial. Ya, media sosial,Media sosial adalah sebuah media yang isinya diciptakan dan didistribusikan melalui sebuah interaksi sosial. Media sosial merupakan sebuah aplikasi yang mengizinkan penggunanya berinteraksi dan memberikan timbal balik dengan sesama pengguna; membuat, mengedit dan membagikan informasi dalam berbagai bentuk.[1] Lalu apa hubungannya media sosial dengan pelajar ??

Media sosial telah menjadi sebuah sarana umum yang dipergunakan dalam kehidupan individu sehari-hari. Penyebaran informasi yang terjadi dalam kalangan pelajar terbilang sangat cepat akibat media sosial. diungkapkan oleh Grant and meadows (2010) bahwa informasi dalam media sosial berkembang dan menyebar luas seperti virus dalam tubuh. Anak-anak pada usia remaja di Indonesia sangat cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang ada saat ini. Maka, tidaklah mengherankan jika kita berada di pusat keramaian, kita dapat melihat para remaja yang saat ini minimal menggunakan sebuah perangkat digital untuk membantu aktivitas mereka.[2]

Berbicara mengenai media sosial tentu saja tidak lepas dari yang namanya internet. Media infomasi, komunikasi dan lain sebagainya menggunakan layanan internet dalam pengoperasiannya seperti halnya ponsel yang kita gunakan saat ini. pelajar masa kini begitu identik dengan yang namanya media sosial. Media sosial yang biasa di gunakan oleh pelajar antara lain Facebook, BBM, WhatsApp, dan Instagram. Hal ini tak lepas dari keberadaan ponsel yang mereka miliki, bahkan hampir 24 jam ponsel selalu ada dalam genggaman mereka. Lantas apa pengaruhnya terhadap pertumbuhan seorang pelajar. ? yang pasti banyak pengaruh yang bisa di timbulkan dari ponsel yang mereka gunakan. Ada pengaruh positif dan tentu saja ada pengaruh negatifnya. 

Setiap harinya pelajar masa kini selalu disibukkan dengan dunia maya, mereka asyik berselancar di Internet tak kenal waktu. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Kebiasaan seperti ini pastinya banyak dampak yang ditimbulkan. agar dampak yang ditimbulkan bernilai positif maka seorang pelajar harus menggunakan ponsel yang mereka miliki dengan bijaksana dan baik. Salah satu contohnya adalah memanfaatkan  media sosial untuk belajar seputar  mata pelajaran di sekolahnya. Hal seperti ini tentu bisa dikembangkan dengan istiqomah. Selain memperluas wawasan tentunya juga berdampak terhadap prestasi belajar di sekolahnya. Selain itu media sosial juga bisa digunakan untuk berbisnis atau istilah kerennya bisnis online. Bagi pelajar yang kreatif tentunya bisa mengoperasikan ponsel mereka untuk mencari ladang uang dengan cara berbisnis online.  Dampak positif lain dari media sosial adalah sebagai wadah komunikasi,misalnya seorang pelajar bisa berkomunikasi dengan saudaranya yang ada diluar negeri.

Lain halnya jika seorang pelajar menggunakan media sosial untuk hal-hal yang sifatnya kepuasan pribadi, seperti chatingan dengan teman atau pacar, menulis hal-hal negatif ataupun mengakses fitur-fitur pornografi. Hal ini malah mengakibatkan dampak buruk bagi perkembangan si pelajar, apalagi kalau dilakukan terus menerus. Banyak dampak negatif dari media sosial yang tidak digunakan secara bijak. Antara lain dampak terhadap perilaku  pelajar itu sendiri. Dimana seorang pelajar atau kalangan remaja yang terus menerus menggunakan ponselnya maka ia akan cenderung malas-malasan, alhasil ia malas untuk belajar, malas untuk bergerak karena sudah candu dengan media sosial yang ada di ponselnya. Selain dampak terhadap sikap, dampak negatifnya lainnya yang lebih parah adalah terhadap perkembangan moral pelajar,dimana penggunaan Medsos yang kurang bijak dan tanpa pengawasan dari orang tua membuat pelajar mudah mengakses situs-situs porno dan aksi kekerasan. Hal ini berakibat pada perilaku seorang pelajar. Sudah banyak kasus pelecehan seksual dan kekerasan di Negeri ini yang pelakuya adalah seorang pelajar yang diakibatkan dari penggunaan media sosial yang kurang baik.

Dampak negatif yang paling umum adalah dampak terhadap fisik seorang pelajar itu sendiri, ketika seorang pelajar mengoperasikan media sosial baik itu lewat Handphone maupun Laptop.dsb secara continue hampir tiap hari penuh, maka yang akan terjadi adalah kelelahan fisik, seperti kelelahan otot pada mata yang nantinya menjadikan mata minus, kemudian sakit kepala, bahkan obesitas/kegemukan akibat dari berkurangnya aktivitas fisik. Hal ini mengakibatkan penurunan intesitas belajar seorang pelajar dan konsentrasi dalam belajar pun menjadi terganggu (misalnya : diakibatkan oleh mata minus). Secara otomatis perkembangan prestasi belajar pun menurun. Semisal pelajar A saat masih kelas 1 SMA belum mengenal media sosial, ia mendapat rangking 5. Kemudian kelas 2 SMA ia sudah mengenal dan sering mengoperasikan media sosial, dan ia mendapat rangking 
20 akibat dari pemakaian media sosial yang kurang bijak dan baik.

Kesimpulannya Penggunaan media sosial secara bijaksana, baik, benar dan secara kreatif mampu meningkatkan kualitas seorang pelajar, baik dari segi wawasan ilmu pengetahuan yang  bertambah dan bisa menjadi sarana untuk berkreasi melakukan segala hal yang positif, seperti tadi misal untuk berbisnis. Hal ini mampu meningkatkan prestasi seorang pelajar. Berbeda halnya jika penggunaan media sosial yang kurang baik, dan kurang tepat. Malahan justru berakibat pada menurunnya prestasi seorang pelajar, bahkan berbagai penyakit pun mengintai seorang pelajar kalau tidak bisa memanfaatkan teknologi (media sosial) secara baik dan benar.

Oleh : Khairul Anwar

Terpilih Ketua IPNU, Faisal Siap Bawa PAC Petungkriyono Lebih Baik

  Petungkriyono    - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecam...