Sabtu, 04 Maret 2017

“Cangkruk cah nom ‘Ngkalongan “


Kajen : pada tanggal 02 maret  2017 Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kab. Pekalongan mengadakan acara  “Cangkruk cah nom ‘Ngkalongan “ . acara tersebut  merupakan puncak  kegiatan Harlah IPNU 63 dan IPPNU 62 bertempat  di Pendopo rumah Dinas Bupati Pekalongan.

Dalam dialog (Cangkruan) yang mengagkat tema  “melalui media, pemuda membanguan kabupaten pekalongan”  hadiri kader-kader IPNU IPPNU Se-Kabupaten Pekalongan juga hadir  Ketua DPRD Kab Pekalongan, Dinas pemuda olahraga dan Pariwisata, Dinas Pendiidikan dan Kebudayaan , unsur TNI dan POLRI serta elemen-elemen pemuda di kab Pekalongan seperti Karang Taruna, GP Ansor, PMII, Gemasaba, Insta Pekalongan dll.

Dialog berlangsung menarik karana para tamu undgan memberikan pandangan-pandangan  tentang bagaimana peran media menjadi sangat penting dalam membangun sebuah daerah baik dari karakter pemuda, ekonomi dan pendidikan.


Dalam sehla-sela dialog juga ada pengumuman pemenang lomba cipta logo Harlah IPNU 63 IPPNU 62 yang di menangkan oleh Surya Aditama  dari PAC Sragi dan lomba foto “ aku bangga jadi pelajar IPNU IPPNU”  Pimpinan Ranting Bubak Kec.  Kadangserang berhasil keluar menjadi pemenang. Peserta juga terhibur dengan adanya pertunujkan seni tari PAC IPNU IPPNU Dorp,dan akustik yang di bawakan oleh rekan Abdul Khafidz dan kawan-kawan serta panduan suara PR IPNU IPPNU Karanganyar Tirto.

Kamis, 02 Maret 2017

PAC KAJEN SIAPKAN WIFI GUNA PERANGI HOAX


Kajen, 17 Februari 2017. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama kecamatan Kajen melakukan pemasangan jaringan wifi. Pemasangan ini di tempatkan di Sekretariat IPNU tepatnya Gedung MWC NU Kajen. Jaringan Wifi ini sudah menjadi program kerja prioritas oleh pengurus IPNU anak Cabang Kajen. Banyak hal yang diharapkan dengan adanya jaringan wifi tersebut.
            Ketua PAC IPNU Kecamatan Kajen Khozinatul Asror mengungkapkan, setidaknya ada empat harapan besar dengan adanya wifi ini. “ada beberapa hal yang diharapkan dari pemasangan wifi ini, antara lain memperluas wawasan, menambah semangat pengurus untuk berkumpul di sekretariat, menekan penyebaran berita hoax dan mempermudah dakwah IPNU kecamatan Kajen.
Pertama, pemasangan jaringan wifi di sekretariat IPNU diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta memperluas wawasan anggota IPNU Kecamatan Kajen. peningkatan pengetahuan akan menjadikan pengurus IPNU mampu menghadapi tantangan zaman. Selain itu dengan wawasan yang luas mampu membuat anggota IPNU tidak menjadi orang yang mudah di ombang-ambingkan oleh hal hal yang baru. Selain itu dengan adanya wifi pengurus IPNU kecamatan kajen menjadi lebih mudah dalam mengakses berita serta media sosial.
            Kedua, jaringan ini diharapkan akan menambah semangat anggota untuk aktif dan turut serta dalam semua program IPNU Kecamatan kajen. Adanya wifi di sekretariat ini akan menjadikan pengurus dan anggota sering berkumpul. Sehingga program kerja yang sudah direncanakan akan lebih mudah untuk didiskusikan.
            Ketiga, Khozin menghimbau agar seluruh anggota IPNU kecamatan Kajen mampu menekan penyebaran berita Hoax. Berita bohong serta menyesatkan ini tidak dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu berita hoax ini dapat menyebabkan perpecahan antar umat serta golongan. Khususnya berita hoax yang bersifat provokatif dan beraroma politik.
Keempat, Ia berharap Semakin banyak edukasi yang dapat diberikan oleh IPNU anak cabang kajen kepada seluruh pelajar di kecamatan kajen. Media sosial merupakan media paling murah serta mudah untuk menyebarkan informasi. Sehingga kedepan dakwah yang dilakukan oleh IPNU anak cabang kajen lebih mudah.

Hal senada di sampaikan oleh Efendi selaku Sekretaris IPNU Anak Cabang Kecamatan Kajen“Namun banyak hal yang harus diperhatikan agar penggunaan wifi ini tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu pengurus IPNU anak cabang kajen harus mampu mengawasi penggunaan wifi ini” tambah Efendi.

kontributor : Efendi Mahendra PAC IPNU KAJEN

Rabu, 01 Maret 2017

Lahirnya Kelompok Intelegensia Islam Tradisional


Tahun 1950-an merupakan era pembentukan kelompok  intelegensia di kalangan Islam tradisionalis. Fenomena ini merupakan imbas dari kelompok reformis-modernis yang telah menjadi bagian dari elite-politik penguasa pada saat itu. Salah satu indikasinya adalah dilegitimasinya PII dan HMI sebagai organisasi satu-satunya bagi pelajar dan mahasiswa Muslim pasca keputusan Kongres al-Islam pada tahun 1949 (Yudi Latif, 2013: 391 ), yang pada gilirannya menggeser peranan kalangan tradisionalis dari dinamikan organisasi nasional.

Realitas ini kemudian menimbulkan gejolak bagi para mahasiswa yang mempunyai kultur Islam tradisionalis pondok pesantren. Karena, para pemuda dari kalangan pesantren sulit mendapatkan tempat dan cenderung tidak diakomodasi aspirasi-aspirasinya di dalam organisasi. Disinyalir, hal ini juga merupakan dampak dari mencuatnya friksi yang terjadi antara NU dan Masyumi pada tahun 1950-1960 an. “perseteruan” ini belakangan mengkooptasi kalangan pelajar dan mahasiswanya.

Sehingga, para mahasiswa yang berlatar belakang dari kalangan Islam tradisional sering mengkonsolidir potensi-potensinya di kos-kosan daerah Bumijo, Yogjakarta (kawasan sebelah barat perempatan Tugu) guna merumuskan dengan matang gerakan kaum muda NU pada selanjutnya. Desakan akan kebutuhan terhadap wadah pembinaan pelajar NU inipun, disambut dengan momentum diselenggarakannnya Konferensi LP. Ma’arif di Semarang pada bulan Februari 1954. Sehingga, gagasan progresif kaum muda NU tersebut dijadikan sebagai salah satu agenda pembahasan dalam pelaksanaan Konferensi.  Secara ringkas, akhirnya dalam Konferensi LP Ma’arif kala itu, berhasil mengesahkan berdirinya organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang saat itu bertepatan pada tanggal 24 Februari 1954/ 20 Jumadil Akhir 1373 H. walhasil, tanggal inilah yang dinobatkan sebagai hari lahirnya organisasi pelajar NU.

Pada tanggal itulah merupakan periode kelahiran kelompok intelegensia kalangan Islam tradisionalis yang pada masa depan mampu memberikan khazanah pada dinamika keorganisasian di Indonesia. Gebrakan lahirnya para cendikia di kalangan NU ini menyusul semakin pesatnya para mahasiswa yang mempunyai latar belakang Islam tradisional masuk ke universitas-universitas pada tahun 1950-an. Diantaranya: Tolchah Mansoer (UGM), Ismail Makky dan Munsif Nachrowi (IAIN Yogjakarta), Mahbub Djunaidi (UI) dan beberapa kelompok kaum muda terdidik lainnya seperti Mustahal Ahmad, Sofyan Kholil dan Abdul Ghani Farida.

Peningkatan jumlah mahasiswa tradisionalis ini, terutama juga disebabkan pasca pendirian perguruan-perguruan tinggi agama islam. Misalnya, di luar IAIN pada saat itu, berhasil didirikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Solo pada tahun 1958, walaupun hanya satu fakultas, yakni syariah. 

Selanjutnya, pasca deklarasi pendirian IPNU melalui muktamar LP Ma’arif, tepatnya dua bulan kemudian pada tanggal 30 April s/d 1 Mei 1954,  IPNU menyelenggaran Konferensi “Segi Lima”. Kenapa Konferensi ini disebut segi lima? karena pada saat itu dihadiri oleh kalangan assabiqunal awwalun IPNU yang terdiri dari lima daerah yakni; Jombang, Yogjakarta, Solo, Semarang dan Kediri. 

Konferensi ini kemudian menghasilkan kesepakan yang menandai kerja kelompok intelegensia Islam tradisionalis, yang antara lain;1) menjadikan Ahlusunnah wal jamaah sebagai asas organisasi, 2) tujuan organisasi yakni turut andil dalam mengemban risalah islamiyah, 3) mendorong kualitas pendidikan agar lebih baik dan merata, serta 4) mengkonsolidir kalangan pelajar.  

Munculnya, kelompok cendikia “jenis baru” ini pada gilirannya menandakan perkembangan perspektif oleh kaum muda tradisionalis terhadap isu-isu rasionalisme, teknologi, pendidikan modern dan kondisi sosial . Sehingga pada kurun waktu tersebut NU telah memiliki lapisan intelegensianya tersendiri. 

Namun, corak intelegensia yang dimiliki oleh kaum muda ini berbeda dengan Muhammdiyah. Jika kalangan muhamaddiyah cenderung terilhami oleh gerakan pembaharu Muhammd Abduh yang modernis, namun kalangan muda NU tetap mempertahankan sikap konservatifnya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan tradisi. Sehingga, jenis tipologi intelegensia kaum muda NU yang dalam hal ini direpresentasikan oleh IPNU lebih cocok jika dikategorikan sebagai “konservatif-modernis”. Yaitu tipe pemikiran yang sudah terbuka dengan pandangan-pandangan modern, namun tetap memelihara sekaligus menjaga kearifan dan keluhuran tradisi. Sebuah karakter pemikiran yang relevan diterapkan di Indonesia.

Selamat Harlah IPNU ke 63, Salam Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

eka wahyudi PP IPNU

nu.or.id

Selasa, 21 Februari 2017

Sejuta Sholawat Nariyah Untuk Keberkahan Kabupaten Pekalongan


Kedungwuni - Pelajar Kota Santri

PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir IPNU Ke-63 dan IPPNU Ke-62 akan menyelenggarakan kegiatan Pembacaan 1 Juta Sholawat Nariyah. Pembacaan Sholawat Nariyah ini akan dilakukan secara serentak oleh seluruh kader IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan pada hari Kamis tanggal 23 Februari 2017 pukul 19.30 WIB.

Rekan Murtadho selaku Pimpinan Cabang IPNU Kab.Pekalongan sekaligus pengarah kegiatan dalam salah satu kesempatannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan spiritual atas berbagai pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kami berharap melalui pembacaan sholawat nariyah yang akan kami laksanakan ini dapat menambah keberkahan di Kabupaten Pekalongan. Sehingga Kabupaten Pekalongan bisa menjadi kabupaten yang maju disegala bidang, baik fisik, moral maupun spiritual. 

Adapun secara teknis pembacaan sholawat nariyah ini akan dilaksanakan oleh PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan, 19 PAC, dan 250 Ranting, masing-masing kelompok nantinya akan membaca kurang lebih 5000 sholawat nariyah. 

PAC IPNU IPPNU Kedungwuni Awali Babak Kepengurusan Baru

Kedungwuni – Pelajar Kota Santri

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU – IPPNU) Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Menggelar Pelantikan Up Grading dan Raker I. Acara yang diselenggarakan di TPQ Jafar Shodiq 3 Pakisputih pada Jum’at  3 Februari 2017 ini berjalan lancar dan meriah dengan dihadiri para delegasi dari masing-masing Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU yang ada di kecamatan Kedungwuni, wakil dari MWC NU beserta banom,  PR. NU Pakisan beserta banom, PAC Wonopringgo, PAC Buaran, PAC Tirto, PAC Karangdadap dan Sebagian Besar Pengurus PAC Kedungwuni.

Acara yang berlangsung dari pagi dan sore ini, dibuka oleh wakil dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kedungwuni, dilanjutkan sambutan dari  PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan, dan doa dari Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Pakisputih.

Dengan adanya Pelantikan Pengurus PAC IPNU – IPPNU Kec. Kedungwuni Masa Khidmat 2016 – 2018 ini, diharapkan dapat Mengaktifkan Ranting, dan Pengembangan SDM sebagai bekal menghadapi dunia moderen yang sangat cepat. Ungkap Khasan Basri Ketua PAC IPNU Kec, Kedungwuni Terpilih.

Usai Acara Pelantikan, dilanjutkandengan Raker I yang dipimpin oleh jajaran pengurus dari PAC. Kegiatan yang digelar tiap tahun sekali ini membahas perencanaan acara-acara yang akan digelar kedepan oleh PAC Sumber. Mulai dari acara mingguan, bulanan, sampai tahunan.

Kontributor : M. Ikhwan Nh. PAC Kedungwuni

Peringati Harlah, Kader IPNU IPPNU Kab. Pekalongan Siap Rapatkan Barisan Perkokoh NKRI.



Kedungwuni - Pelajar Kota Santri 

IPNU IPPNU Kab. Pekalongan melaksanakan pembukaan rangkaian kegiatan Harlah IPNU ke 63 dan IPPNU ke 62 dengan menggelar Apel Pelajar NU Kab. Pekalongan. Dengan diikuti anggota, kader dan pengurus IPNU IPPNU dari semua tingkatan (red. Cabang, Anak Cabang, Ranting dan Komisariat), kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat pagi, 17 februari 2017 di halaman komplek gedung PC NU Kab. Pekalongan JL. Raya Karangdowo Kedungwuni No. 09 Pekalongan.

Rekan Murtadho selaku ketua PC IPNU Kab. Pekalongan sekaligus bertindak sebagai Pembina Apel menyampaikan arti penting dari peringatan Harlah ini. Menurutnya, bahwa peringatan Harlah IPNU IPPNU ini adalah momentum bagi para kader dan anggota untuk merefleksikan diri bahwa sejauh mana kontribusi yang telah diberikan melalui IPNU IPPNU kepada  Bangsa dan Negara Indonesia.

“Selaku pimpinan tertinggi IPNU IPPNU di Kabupaten Pekalongan, kami menaruh harapan besar kepada seluruh Anggota dan Kader IPNU IPPNU di Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa mempertahankan organisasi yang kita cintai ini. Sekarang ini harus kita sadari bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sedang mencoba menghancurkan NU. Mereka yakin bahwa dengan hancurnya NU akan lebih mudah bagi mereka untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita harus berani mengambil sikap dengan cara merapatkan barisan, dengan senantiasa mengaplikasikan slogan kita, Belajar-Berjuang-Bertaqwa dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah dini kita selaku kader calon penerus perjuangan Nahdlatul Ulama yang siap kapan dan dimanapun untuk mengawal dan memperkokoh NKRI kita”, tandasnya kepada seluruh peserta Apel Pelajar NU tersebut. 

Selanjutnya Rekan Muh. Yasfiudin selaku koordinator massa, menuturkan bahwa apel pelajar NU pada kesempatan ini diikuti lebih dari 500 peserta. Para peserta merupakan delegasi dari masing-masing kecamatan yang ada di kab. Pekalongan. Selain itu juga ada perwakilan dari sekolah dan pondok pesantren terdekat.  

Pada kegiatan apel itu, turut hadir pula para Pengurus NU Cabang Kab. Peklaongan dan Badan Otonomnya. Kemeriahan juga terlihat dengan dipasangnya bendera IPNU IPPNU di sekitar area pelaksanaan apel. Serta papan untuk menuliskan ucapan dan harapan selamat harlah IPNU IPPNU yang disediakan panitia.

Sabtu, 04 Februari 2017

"Semarak Harlah NU-91, Pengurus NU Curug & Banomnya adakan Jalan Sehat Keliling Kampung"


Tirto - Pelajar Kota Santri 

Jum'at (03/02/17), Panitia penyelenggara yang terdiri dari keluarga besar Jam'iyyah Nahdlatul Ulama Ranting Curug (red: NU, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, BANSER, CBP & KPP) mengadakan Jalan Sehat bersama warga, dalam rangka ikut memeriahkan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-91 di Tahun 2017 ini. Jalan sehat yang dihelat pada hari Jum'at tanggal 3 Februari 2017 ini mengambil start dan finish di depan TPQ MADIN Miftakhul Huda Desa Curug, yang juga merupakan Sekretariat NU Ranting Curug. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi dalam acara ini dengan penuh sesaknya jalan oleh peserta dari semua golongan masyarakat. Imam Nugroho selaku ketua panitia menuturkan: "Alhamdulillah acara jalan sehat dalam rangka memeriahkan Harlah NU yang ke-91 Tahun 2017 telah sukses dilaksanakan dengan lancar, aman, cuaca terang dan tidak ada hambatan maupun masalah. Saya selaku ketua panitia mengucapkan ribuan terimakasih kepada panitia (NU, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, BANSER, CBP dan KPP), donatur, dan pihak-pihak yang telah ikut menyukseskan acara ini tanpa terkecuali dan mohon maaf yang sebesar-besarnya bila acara ini ada kekurangannya. Semoga perjuangan kita untuk membesarkan dan mensyiarkan NU di Desa Curug lewat acara ini mendapatkan Ridlo dari Allah SWT dan kelak mendapatkan balasan-Nya. Aamiin..." Acara jalan sehat ini dibuka langsung oleh Bapak Ustadz Wasjari selaku Pengurus Ranting Jam'iyyah Nahdlatul Ulama Desa Curug.
Diwawancarai secara terpisah Beliau menuturkan: "Bahwa acara ini merupakan persembahan dari kami selaku warga Nahdliyin Desa Curug, bersatu padu dari mulai NU sendiri, Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, tak ketinggalan BANSER, CBP & KPP juga ikut serta mengamankan jalanya acara. 'Mugo-mugo iki biso dedi momentum kebangkitan kader-kader penerus NU Curug, nek ora sampean-sampean kabeh ki sopo seng pak ngurip-nguripi NU?, tandasnya. Acara selesai sekitar pukul 10:00 WIB, dengan ceremonial pembagian hadiah dorprise bagi peserta yang beruntung. Kontributor : Sarkipul

Terpilih Ketua IPNU, Faisal Siap Bawa PAC Petungkriyono Lebih Baik

  Petungkriyono    - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecam...