Manusia,sejak lahir sampai ia
meninggal dunia pada hakikatnya tidak dapat hidup sendiri tanpa bntuan orang
lain. Hal itulah yang menjadikan manusia sebagai mahluk sosial,menjadi mahluk
sejatinya di butuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan nya.
Mahluk sosial sendiri identik dengan
suatu kelompok manusia atau yang biasa di sebut masyarakat. Sebagai mahluk
sosial, tiap individu pastinya melakukan interaksi dengan manusia lain,
interaksi ini biasa disebut Kontak Sosial.
Setiap haarinya kita pasti melakukan
interaksi dengan masyarakat di sekitar kita. Interaksi tersebut bisa berupa
kontak yang menyenangkan maupun kontak yang tidak menyenangkan. Oleh karena
itu, dalam kehidupan bermasyarakat di butuhkan norma norma untuk menjaga
stabilitas kehidupn di masyarakat tersebut.
Penerapan perilaku yang sesuai dalam
norma yang berlaku di masyarakat sebenarnya bisa di mulai di lakukan oleh
setiap individu di dunia ini, maka dari itu penerapan perilaku yang sesuai
dengan norma norma yang berlaku di masyarakat sangat diperlukan agar norma
tersebut dapat hidup dan bertahan di masyarakat terebut. Akan tetapi sungguh di
sayangkan pergeseran tentang norma norma tersebut telah membuat banyak orang
menjadi ikut bergeser pula pola pikirnya yang memunculkan pelanggaran terhadap
norma yaitu suatuperilaku yang tidak sesuai atau perilaku menyimpang dari
peraturan yang ada di masyarakat tersebut,pelanggaran ini biasanya terjadi
akibat pergerakan makna dalam dalam kehidupan.
Banyak remaja bahkan anak anak zaman
sekarang yasng merasa jika tidak bergaya ke barat-baratan, mereka di cap
ketinggalan zaman oleh teman teman lainnya. Hal ini sangat di butuhkan adanya
norma agama yang mengatur kehidupan seseorang termasuk kehidupan bermasyarakat,
berikut sedikit ulasan ulasan tentang “sekolah kehidupan”.
Manusia memiliki kebutuhan dasar yang alamiyah
seperti makan, minum, berkomunikasi, bersosial, belajar, dll. Kebutuhan dasar
ini muncul bahkan ketika masih dalam kandungan. Namun manusia juga memiliki
kebutuhan akan pendidikan,karena setiap informasi yang di berikan akan di
terima menjadi modal besar manusia menjadi berkembang yang terdidik. Sehingga
dengan pendidikan manusia menjadi tahu, paham dan menghayati potensi yang ada
untuk kemudahan hidup manusia.
Pendidikan merupakan tanggung jawab
kita semua mulai dari orangtua sebagai pendidik keluarga, masyarakat sebagai
pendidik lingkungan, guru sebagai pembimbing atau pendidik formal dan
nonformal, serta pemerintah yang memiliki otoritas kekuasaan, hingga peserta
didik juga mempunyai tanggung jawab. Orang tua sebagai pendorong dan memberi
semangat, penasehat, serta menjadi contoh bagi anaknya yang di cintai, yang
memberikan kasih sayang dan tempat bertanya anaknya.
Pendidikan
yang di mulai sejak dini sangat di butuhkan bagi perkembangan karakter anak
untuk membangun petradaban bangsa yang lebih baik, bukan kehidupan yang justru
di penuhi dengan perilaku biadab. Banyak pilar karakter yang harus di tanamkan
kepada anak penerus bangsa, di antaranya:kejujuran, keadilan, rasa hormat.
Kejujuran adalah hal yang paling penting kita tanamkan pada diri kita maupun
kepada anak – anak penerus bangsa, karna kejujuran merupakan benteng dari
semuanya. Demikian juga dengan keadilan agar anak penerus bangsa bisa
memutuskan suatu perkara dengan benar dan tepat. Selain itu ada rasa hormat,
hormat kepada siapapun, kepada orang lebih tua, teman, sanak saudara, maupun
menghormati akan perbedaan.
Hal lain yang perlu di
perhatikan ialah pendidikan moral, inilah yang seyogyanya di mulai ketika masih
kecil, karna kedepan merekalah yang memegang kendali kehidupan. Bahkan alangkah
lebih baik jika keluarga,terutama orangtua bisa memberikan pelajaran pendidikan
moral kepada anak – anaknya,karna orangtua peran yang sangat penting bagi warna
kehidupan si buah hati. Pendidikan moral itu sendiri merupakan pondasi bagi
sebuah pendidikan karakter. Pendidikan karakter lebih mengutamakan pertumbuhan
moral individu, penanaman nilai – nilai dalam diri anak dan pembaharuan tata
kehidupan bersama, yang lebih menghargai kebebasan individu merupakan dua wajah
pendidikan karakter dalam sebuah lembaga pendidikan. Anak didik sebagai
individu jika memiliki moral yang baik tentu akan melahirkan kepribadian yang
luar biasa, sikap dan perilaku yang di lakoni dalm kehidupan sehari hari
merupakan yang cermin dari kepribadian dirinya. Dan berikutnya pun tentulah
akan muncul generasi bermoral dan berkebudayaan di atas kebebasannya sebagai
individu.
Untung Mualif
Untung Mualif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar