Bagi sebagian orang
menuntut ilmu di pendidikan formal (baca ; SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi)
adalah suatu kewajiban, namun tidak demikian dengan orang-orang yang kondisi
ekonominya rendah, mereka tidak bisa menikmati pendidikan formal. Mereka lebih
memilih berpendidikan non formal & informal, seperti mengaji di TPQ, bimbingan
belajar, otodidak, maupun Belajar di Rumah. Lalu apa sih yang di sebut dengan Pendidikan
? seberapa penting kah pendidikan bagi kehidupan manusia ?
Pendidikan adalah pembelajaran
pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari
satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau
penelitian. Secara bahasa pendidikan berasal dari bahasa
Yunani, paedagogy, yang mengandung
makna seorang anak yang pergi dan pulang sekolah di antar oleh seorang pelayan.
Pelayan yang mengantar dan menjemput dinamakan paedagogos. Dalam bahasa Romawi pendidikan di istilahkan sebagai educate yang berarti mengeluarkan
sesuatu yang berada di dalam.
Pendidikan merupakan
suatu kebutuhan bagi manusia, Manusia tanpa Pendidikan bisa di ibaratkan seperti Sayur tanpa garam (Hambar).
Manusia yang berpendidikan akan menemukan jati dirinya. Lalu apakah semua
manusia wajib berpendidikan ?. menurut saya, semua manusia wajib untuk
berpendidikan, entah itu pendidikan formal maupun non formal. Karena pada
dasarnya Manusia itu membutuhkan Pendidikan dalam hidupnya, pendidikan
merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses
pembelajaran.
Ternyata manusia sejak
lahir sudah mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Seperti ketika seorang
ibu memberikan ASI (Air Susu Ibu), menyuapi makan, memakaikan baju dan
sebagainya. Hal itu merupakan sebuah proses Pendidikan yang dilakukan seorang
ibu kepada anaknya. Contoh lain ketika seorang ibu sedang makan, memakai dan
melepas baju, menyapu, seketika itu juga sang anak melihatnya secara langsung
lalu menirukannya. Maka sang anak ini secara tidak langsung sudah mendapatkan
pendidikan dari ibunya.
Bagi bayi, pendidikan
tahap awal adalah spiritualitas, selanjutnya baru intelektual-rasional,
paedagogis maupun andragogis. Bagi orang dewasa dan tua, pendidikan tahap
pertama haruslah dialog intelektual, strategi rayuan empirik, baru kemudian
mendayagunakan gelombang spiritual. Teori evolusi mengatakan bahwa alam ini, termasuk manusia yang berada di
dalamnya berkembang secara evolusionis (berubah atau berkembang secara
perlahan) dari makhluk yang sangat sederhana yang berkembang sedemikian rupa
menjadi makhluk yang lebih kompleks. Dengan demikian manusia sejak lahir sampai usia tua mengalami pertumbuhan, baik
dari segi fisik, mental, maupun sikap. Pertumbuhan Hidup manusia di dunia ini juga
di pengaruhi oleh keadaan di sekitarnya.
Berbicara tentang Kehidupan
tak bisa di lepaskan dari peran Tuhan, Tuhan lah yang menentukan arah dan
tujuan kehidupan di Dunia ini. Tuhan lah yang akan menghidupkan dan mematikan
manusia. Usia, sakit, kemiskinan, kekayaan, kesuksesan manusia adalah pemberian
dari tuhan. Namun kita sebagai manusia tak serta merta mengandalkan tuhan untuk
mencapai keinginan. Manusia lah yang seharusnya berusaha agar keinginan
tersebut tercapai. Salah satu usaha yang perlu dilakukan Manusia untuk mencapai
suatu keinginan tersebut yaitu dengan belajar. Belajar apa saja, entah itu
belajar ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu olahraga, ilmu kesehatan.dan lain
sebagainya.
Manusia butuh proses
untuk mencapai cita-citanya, manusia harus berpendidikan untuk mencapai
cita-citanya. peran pendidikan dalam hal
ini sebagai salah satu tujuan bangsa dan merupakan sektor paling penting dalam
pembangunan nasional harus di fungsikan semaksimal mungkin. Karena pendidikan
merupakan alat utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan UUD 45
Pasal 31 ayat (3). Adapun peran pendidikan bagi kehidupan manusia memang tidak
bisa di lihat dari satu sudut pandang saja, namun harus kita lihat dari semua
sudut pandang. Karena pendidikan ini sifatnya luas, tidak di artikan sebagai
pendidikan yang ada di bangku sekolahan saja.
Manusia harus yakin
terhadap hidupnya sendiri, harus yakin terhadap cita-cita yang di impikannya.
Karena keyakinan adalah pilar penyangga utama keberanian dan keberhasilan,
inilah unsur penting dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Keyakinan
yang paling utama adalah keyakinan terhadap aturan agama untuk kehidupan
manusia. Kesuksesan tidak diraih secara instan, namun perlu proses panjang untuk
mencapai cita-cita tersebut. Manusia yang berpendidikan akan mengetahui jalan
hidupnya. Karena hidup manusia ditentukan oleh suatu pendidikan.
Sejak lahir memang
manusia sudah mendapatkan pendidikan, tetapi dalam konteks ini pendidikan yang
dimaksud adalah pendidikan informal, yaitu pendidikan yang diberikan oleh
Orangtua dan Masyarakat, yang mengutamakan nilai etika, moral, dan norma.
Namun, apakah dengan pendidikan informal saja manusia bisa meraih kesuksesan.?
Tentunya tidak, berbeda halnya dengan pendidikan formal yang diajarkan di
sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Pendidikan dalam konteks ini bersifat
resmi, ijazah yang diperoleh memiliki arti yang bisa digunakan untuk
melanjutkan studinya ataupun mencari pekerjaan.
Masyarakat pada umumnya
menganggap manusia yang terdidik adalah manusia yang berpendidikan di sekolah-sekolah maupun
perguruan tinggi, bagi mereka yang tidak sekolah akan di pandang sebelah mata
oleh masyarakat. Tak bisa di mungkiri bahwa peran pendidikan (khususnya
pendidikan formal) dalam kehidupan manusia penting sekali. Apalagi di zaman
modern seperti ini. Menurut Saya, manusia yang tidak berpendidikan formal tak
akan bisa menghirup udara segar. Karena pendidikan formal merupakan nyawa bagi manusia
untuk bertahan hidup dalam kerasnya persaingan di dunia ini.
Manusia yang tidak mau
berpendidikan menurut saya ia tidak peduli dengan masa depannya sendiri. Tidak
peduli terhadap masa depan merupakan tanda yang sangat negatif untuk masa
depan. Ini berarti kita tidak peduli masa depan seperti apa yang akan kita
miliki. Kita membiarkan proses masa depan berlangsung secara alamiah. Sayangnya
proses alamiah cenderung menghasilkan kualitas yang semakin menurun. Itulah
sebabnya, tidak peduli terhadap masa depan merupakan tanda yang sangat negatif
karena cenderung menghasilkan masa depan yang kualitasnya lebih buruk daripada
kondisi masa kini.
Tak ada pendidikan maka
tak akan ada arah dan tujuan hidup, karena di dalam pendidikan ada pengetahuan.
Tanpa pengetahuan manusia akan menjadi bodoh, manusia yang bodoh akan terlempar
dari persaingan di bidang apapun. Bodoh disini diartikan sebagai manusia yang
tidak mau berusaha dalam mencari pengetahuan. “Dalam menerangkan usaha manusia
untuk mencapai pengetahuan, John Locke mengemukakan pengertian sensation dan reflection. Sensation
merupakan gejala jiwa yang mempunyai hubungan dengan dunia luar, tetapi belum
sempurna meraih dan mengerti dengan sesungguhnya apa yang dihayati. reflection adalah pengenalan intuitif yang dapat memberikan kesan pengetahuan yang
lebih baik kepada manusia daripada sensation.
Tiap pengetahuan terwujud dari hasil kerja sama antara sensation dan reflection tersebut”.
Setinggi apapun tingkat
pendidikan Manusia dan seluas apapun ilmu yang dimilikinya,niscaya tak akan
berarti jika hanya untuk dirinya sendiri. Namun, manusia harus
mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Maka ilmu itu
nantinya akan bermanfaat bagi orang lain. Sehingga pendidikan yang kita tempuh
ada manfaatnya. Sebagai manusia kita memang harus bersifat kritis, pragmatis
dan memiliki kepedulian sosial. Manusia harus saling membantu,
mengimplementasikan ilmunya untuk kemajuan bangsa dan Agama.
Pendidikan diharapkan
membentuk manusia sosial yang dapat bergaul dengan sesama manusia sekalipun
berbeda agama, suku bangsa, pendirian dan sebagainya. Manusia hasil pendidikan
harus dapat menyesuaikan diri dalam situasi sosial yang berbeda-beda. pendidikan dipergunakan untuk membantu penduduk dalam meningkatkan taraf
hidupnya ke tingkat yang lebih tinggi melalui usaha mereka sendiri. Hal
tersebut bisa diketahui dengan memahami fungsi dari pendidikan dan tujuan
pendidikan. Pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan
dari pelaksanaan pendidikan. Jika
ukurannya adalah Pertumbuhan ekonomi, maka manusia yang tidak menempuh
pendidikan tak akan merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
Jika tingkat pendidikan
formal yang menjadi tolok ukur, maka anak yang hanya lulusan SD tak akan bisa
menikmati apa yang dinikmati oleh lulusan S3. Begitupun sebaliknya. Tingkat
pendidikan tertinggi adalah S3, dimana hal ini tingkat kesuksesan seseorang
lebih besar di banding dengan mereka yang hanya menempuh jenjang pendidikan S1
misalnya. Manusia yang hanya mengecap pendidikan hanya sampai tingkat
SMP/Sederajat dan tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya dikarenakan kondisi
ekonominya rendah, maka manusia ini tergolong kurang beruntung hidupnya. Hanya
mengandalkan Ijazah SD/MI bahkan ijazah SMP/Sederajat sekalipun sangat susah
untuk mencari pekerjaan yang layak, apalagi kalau tidak punya keahlian khusus.
sehingga kalau tidak mendapat pekerjaan manusia akan menganggur, yang nantinya
hidup manusia menjadi sengsara karena tidak berpenghasilan. Manusia yang berilmu
memang diatas segala-galanya, karena ia akan mendapat petunjuk dari Allah SWT.
Kesimpulannya adalah Hidup manusia tergantung dari
pendidikan yang ia peroleh. Intinya
semua pendidikan itu bagus. baik formal, nonformal, & informal. Jenis
pendidikan apapun mengajarkan kebaikan, tergantung dari kita menyikapi dan
melaksanakannya. Mau hidup susah, senang, bahagia, kaya, miskin itu pilihan.
Tinggal dari kitanya sebagai manusia mau berusaha atau tidak, karena Allah
sudah membukakan pintu kesuksesan yang selebar-lebarnya bagi manusia yang mau
berusaha mencapai kesuksesan tersebut. Namun jika kita malas berusaha,mencari
ilmu, melakukan suatu kebaikan, berangkat sekolah, maka yang terjadi adalah
kita tak akan hidup di dunia ini dengan penuh kenyamanan dan ketentraman.
Karena pada intinya Manusia tak bisa hidup tanpa Pendidikan.
Oleh Khairul Anwar (Tirto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar