Revolusi (dari
bahasa latin revolutio, yang berarti
berputar arah) adalah perubahan fundamental dalam struktur kekuatan atau
organisasi yang terjadi dalam periode waktu yang relatif singkat. Sedangkan
mental atau tepatnya mentalitas adalah cara berpikir atau kemampuan untuk
berpikir, belajar dan merespon terhadap situasi atau kondisi. Jadi revolusi
mental dapat diartikan dengan perubahan yang relatif cepat dalam cara berpikir
kita dalam merespon, bertindak dan bekerja.
Revolusi Mental
adalah jargon yang di usung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye
pemilu Presiden 2014. Menurut dia, revolusi mental berarti warga Indonesia
harus mengenal karakter orisinal bangsa. Indonesia merupakan bangsa yang berkarakter
santun,berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Karakter tersebut
merupakan modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera. Namun seiring
dengan perkembangan zaman karakter tersebut berubah dan kita tidak
menyadarinya. Oleh sebab itu Jokowi menawarkan adanya sebuah revolusi mental.
Berbicara terkait
revolusi mental memang hal mendasar yang pertama harus kita ubah adalah cara
berpikir kita, ini menjadi hal yang wajib kita lakukan. Karena bagaimana cara
berpikir kita itulah mentalitas kita. Karena konsep revolusi mental yaitu
bagaimana merubah mentalitas masyarakat ke arah yang lebih baik secara
besar-besaran, merubah dari hal negativisme ke arah positivisme. Revolusi
mental menjadi hal yang perlu di lakukan bagi semua kalangan agar menjadi yang
lebih baik. Disini saya akan Memberi Pendapat tentang Perlunya Revolusi Mental
bagi Kader IPNU-IPPNU.
Sebagian orang tahu
bahwa Kader IPNU-IPPNU adalah genarasi penerus bagi Nahdlatul Ulama, Kader yang
dapat diandalkan di kemudian hari, baik di lingkup agama ataupun bangsa. Namun
melihat kenyataan saat ini bahwa kader IPNU-IPPNU belum mampu menjadi agent
yang baik di Masyarakat, belum bisa menjadi suri tauladan bagi para Pelajar
yang lain. Ini masih menandakan adanya sisi kelemahan di dalam Sumber Daya
Insani IPNU-IPPNU.
Saat ini banyak
Pelajar/pemuda yang hanya sebatas ikut-ikutan saja dalam Berorganisasi
IPNU-IPPNU tanpa memiliki visi dan misi yang jelas, Mindset mereka masih kekanak-kanakan, dalam artian bahwa Pola Pikir
mereka masih belum dewasa. Adanya kaderisasi di IPNU-IPPNU pun saya kira belum
berdampak maksimal pada kualitas kader IPNU-IPPNU. Sebagai contoh dalam hal
kedisiplinan waktu Kader IPNU-IPPNU masih jauh dari kata berkualitas, bagaimana
tidak lawong misalekalau ada Rapat
jam 19.00 Wib, namun yang terjadi adalah Pengurus IPNU-IPPNU malah baru datang
pukul 21.00 wib. Selain itu saat mengadakan kegiatan yang terjadi banyak acara
yang dimulai tidak tepat waktu, bahkan molor hingga 2 jam. Walaupun tidak
semuanya seperti itu, namun saya kira banyak lah kejadian seperti ini dari
tingkatan yang paling rendah Ranting sampai tingkat teratas PP pun saya kira
sama seperti ini.
Saya kira ini
permasalahanya ada di pola pikir kita yang masih terbiasa dengan tradisi lama
yang buruk, membiasakan hal yang biasa terjadi, namun perlu kita catat bahwa
hal seperti ini bisa menghambat kemajuan Organisasi, misal rapat yang tadinya
di jadwalkan pukul 19.00 untuk membahas banyak agenda tetapi yang terjadi
pengurus baru datang pukul 20.30 wib hal ini bisa mengurangi esensi dari Rapat
tersebut. mungkin tak sedikit kader IPNU-IPPNU yang berpikiran “ah, berangkatnya nanti aja lah, paling jam
segini belum di mulai”. Pemikiran-pemikiran seperti ini harus kita rubah.
Memang tidak semuanya kader IPNU-IPPNU punya kesibukkan, tetapi setidaknya bisa
menghormati waktu.
Kedispilinan adalah
hal yang harus di miliki bagi segenap kader IPNU-IPPNU, baik disiplin waktu
ataupun disiplin yang lainnya. Semua pengurus ranting sampai Pimpinan Pusat
harus mempunyai Sifat kedisiplinan yang tinggi, kita jangan kalah dengan
anggota kita. Disaat anggota kita hadir tepat waktu dalam sebuah pertemuan
rutin. Kita sebagai pengurus malah datang terlambat, ini bisa menjadi bumerang
bagi kita sebagai organisasi kader.
Selain faktor
kedisiplinan waktu, banyak hal yang pelu diperbaiki dari segi sifat,
sikap,akhlak dan lain sebagainya. Ditingkatan ranting ataupun PAC masih banyak
kader yang takut akan beberapa hal, seperti masih belum mau jika menjadi MC,
takut dijadikan ketua panitia, malu bertanya, malu berpendapat, takut salah, Bahkan
disuruh memimpin Doa saja tidak mau. Ini masih wajar jika di tingkatan Ranting,
namun menjadi tidak wajar jika sudah tingkatan PAC maupun di atasnya.tetapi
setidaknya kita mau berubah untuk menjadi lebih baik. Hal-hal diatas adalah
sulit dilakukan, tetapi asalkan kita mau berusaha dan mau belajar bisa menjadi
pengalaman buat kita. Intinya jangan takut salah udah itu saja.
Kemudian dalam hal
mencari ilmu juga harus di niati dengan baik, jangan ikut mencari ilmu tetapi
niatnya mau cari uang saku ataupun mencari suatu hal yang keluar dari esensi
Mencari ilmu tersebut. Ini yang tidak boleh. Kader IPNU-IPPNU harus punya
prinsip yang jelas dalam mencari ilmu yaitu ingin mencari pengetahuan baru dan
ingin mengamalkannya. Ini harus ditanamkan dalam hati rekan/ita semuanya.
Mental kader
IPNU-IPPNU harus di tingkatkan, paling tidak dari hal-hal kecil kita mau
melakukannya. Kemajuan organisasi IPNU-IPPNU ada di tangan kita sendiri selaku
kader, bagaimana sikap kita, kedisiplinan kita, cara berpikir kita, tujuan kita
ikut IPNU-IPPNU, itu akan menentukan sukses tidaknya Organisasi. Pentingnya Revolusi Mental bagi
Kader IPNU-IPPNU agar mampu bersaing dengan kader yang lain. Dari tingkatan
bawah sampai atas harus ada Perubahan dalam hal berorganisasi dan perubahan
pola pikir yang lebih baik. Tujuan organisasi akan tercapai jika semua
Stakholdernya mampu mengemban amanat dengan baik dan penuh tanggungjawan. Mari
kita ubah mindset kita yang buruk menuju kearah yang lebih baik, berani
melakukan sesuatu yang baik walaupun nantinya akan salah, karena kesalahan
adalah modal awal menuju kebenaran. Mungkin itu saja yang bisa saya Ungkapkan.
WallahulMuwafiq ila
Aqwamithoriq.
_salah satu faktor
majunya negara Jepang adalah masyarakatnya punya kedisiplinan yang Tinggi_
Salam,
Khairul
Anwar

Bagaimana sih cara menerapkan kedisiplinan untuk diri sendiri dan ranting
BalasHapus